Dapat Mengganggu Penyerapan Zat Besi, Berikut 5 Efek Samping Minum Teh Setelah Makan

Kamu pasti akan mudah menemukan orang-orang yang setiap selesai makan, minumnya harus teh. Atau bahkan kamu juga termasuk orang yang menganggap bahwa air putih tidak cukup nikmat untuk menggenapi sepiring nasi dengan bermacam-macam lauk. Secangkir teh memang memiliki , beraroma khas, terasaketika disajikan bersama es serta menenangkan ketika disajikan dalam keadaan hangat. Namun, bolehkah minum teh setelah makan?

5 Efek Samping Minum Teh Setelah Makan

Minum teh setelah makan sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan karena dapat memicu efek samping yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Teh umumnya mengandung tanin dan polifenol yang dapat mengikat zat besi dari makanan sehingga sulit diserap oleh tubuh. Jika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat, proses pencernaan dan penyerapan zat besi dapat terganggu. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak penjelasan berikut!

Mengganggu Penyerapan Zat Besi

Senyawa tanin yang terkandung dalam teh memiliki kaitan erat dengan terhambatnya penyerapan zat besi nabati, seperti tahu dan tempe. Maka dari itu, asupan zat besi yang semestinya terserap oleh tubuh menjadi kurang optimal. Jika ingin mengonsumsi teh, sebaiknya beri jeda dan jangan langsung minum teh setelah makan. 

Membuat Perut Terasa Tidak Nyaman

Minum teh setelah makan juga berisiko membuat perut terasa tidak nyaman. Hal ini disebabkan oleh kandungan kafein yang dapat merangsang produksi asam lambung pada sebagian orang. Akibatnya, perut terasa kembung, begah, mual, terutama bagi pemilik lambung sensitif. 

Memicu Gejala Asam Lambung

Minum teh dalam jumlah banyak, terutama setelah makan dalam porsi yang besar berisiko menimbulkan rasa panas di dada. Teh yang mengandung kafein, sekalipun kadarnya rendah, tetap dapat menjadi pemicu munculnya gejala refluks pada sebagian orang. Kafein dan tanin yang terkandung dalam teh juga dapat merangsang produksi asam berlebih serta melemahkan otot katup pencernaan.

Lebih Sering Buang Air Kecil

Minum teh setelah makan juga dapat meningkatkan keinginan buang air kecil. Kafein yang ada pada teh memiliki diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil pada sebagian orang. Kondisi ini dapat terasa lebih mengganggu, terutama ketika teh dikonsumsi saat hendak bepergian atau menjelang tidur.

Membuat Konsumsi Gula Berlebihan

Banyak orang lebih menyukai teh manis dibanding teh tawar. Hal ini dapat ditinjau dari menu paket di berbagai restoran atau rumah makan yang kerap menyandingkan hidangan utama dengan es teh manis. Akibatnya, asupan gula harian jadi ikut bertambah.

Jika ingin mengonsumsi teh, kamu dapat memberi jeda setelah makan, memilih teh tanpa gula, serta menyesuaikan jenis dan jumlah teh dengan kondisi tubuh. Dengan begitu, teh tetap bisa menjadi minuman yang nikmat tanpa mengganggu pola makan dan kesehatan secara keseluruhan. (Karin/Djavatoday)

Mengenal Hari Kanker Payudara Sedunia, Momentum Tingkatkan Kesadaran dan Deteksi Dini

Setiap Oktober, warna merah muda atau pink kerap terlihat dalam berbagai kampanye kesehatan. Pita pink yang menjadi simbol kepedulian terhadap kanker payudara menghiasi poster,...

Manfaat Jawer Kotok Merah, Tanaman Hias yang Punya Potensi untuk Kesehatan

Jawer kotok merah merupakan salah satu tanaman yang cukup mudah ditemukan di lingkungan rumah. Daunnya memiliki warna yang mencolok, mulai dari merah, merah keunguan...

Jangan dibuang! Deretan Kulit Buah Ini Ternyata Menyimpan Manfaat untuk Kecantikan

Saat mengonsumsi buah-buahan, sebagian besar orang pasti langsung membuang kulitnya dan menganggapnya sebagai bagian yang tidak berguna. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis...

Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional: Sejarah, Tema, dan Cara Menjaga Kesehatan Gigi

Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi bukan hanya soal penampilan,...

Terbaru