Tidak hanya identik dengan bermaaf-maafan, momen lebaran juga turut dimeriahkan dengan adanya menu-menu spesial khas hari raya. Mulai dari kue kering, sirop, lontong, ketupat, hingga makanan berlemak seperti rendang, opor, dan gorengan. Rasanya kurang lengkap kalau tidak ada hidangan yang manis, segar, gurih, dan bersantan. Namun, tahukah kamu bahwa sebagian besar makanan khas hari raya biasanya mengandung lemak yang cukup tinggi?
Daging yang diolah menjadi berbagai jenis hidangan selalu terlihat menggiurkan saat lebaran, apalagi ketika pagi hari selepas salat eid. Mengonsumsi makanan-makanan tersebut rasanya seperti merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa. Padahal, kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan saat lebaran dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
5 Dampak Buruk Akibat Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Berlemak
Beberapa orang mungkin menyadari saat dirinya kalap dan tidak terkontrol. Meski hanya hadir pada momen tertentu, pengonsumsian makanan berlemak tetap harus dibatasi apabila kamu tidak mau mengalami lima dampak buruk seperti berikut ini!
Meningkatnya Kadar Kolesterol
Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bisa membuat kadar kolesterol meningkat. Makanan dengan lemak jenuh seperti daging serta lemak trans/jahat yang terkandung pada gorengan dan beberapa kue kering dapat memicu penumpukan kolesterol jahat dalam darah. Jika diteruskan dalam jangka panjang, dampaknya bisa serius. Bahkan menimbulkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak juga tentunya bisa membuat pencernaan terganggu. Berbeda dengan makanan rendah lemak yang memiliki tekstur lunak seperti buah dan sayur, makanan tinggi lemak cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh. Hal tersebut dapat memicu rasa begah, mual, hingga diare. Membuat tubuh menjadi kurang nyaman, bahkan mengganggu aktivitas.
Memengaruhi Kondisi Kulit
Siapa bilang makanan berlemak hanya menyebabkan kolesterol dan gangguan pencernaan? Faktanya, pola makan tinggi lemak juga dapat memicu produksi minyak berlebih pada kulit, bahkan berpotensi menyebabkan jerawat. Bagi kebanyakan orang, efek ini mungkin terasa mengganggu, apalagi setelah momen lebaran yang seharusnya menjadi waktu untuk tampil lebih pede.
Memengaruhi Energi dan Produktivitas
Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak tidak hanya berdampak pada organ dalam, tetapi juga berpengaruh terhadap kelangsungan energi dan produktivitas. Setelah mengonsumsi makanan berat dan berlemak, tubuh cenderung merasa lemah dan mengantuk. Akibatnya, kamu jadi malas bergerak dan berkegiatan. Beberapa pekerjaan rumah bahkan ikut tertunda, membuatnya menjadi menumpuk.
Kenaikan Berat Badan
Dampak lain akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak yaitu bertambahnya berat badan dalam bentuk lemak tubuh. Hal ini dikarenakan pada saat lebaran, tubuh mendapat asupan kalori dan lemak yang cenderung lebih banyak dari biasanya tanpa diimbangi aktivitas fisik. Dengan begitu, berat badan bisa bertambah secara signifikan dalam waktu yang cukup singkat.
Itu dia lima dampak buruk akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak saat lebaran. Jangan biarkan momen lebaranmu terganggu hanya karena tubuh terus-terusan menerima asupan kalori dan lemak. Tetap rayakan kemenangan dengan mengonsumsi hidangan khas hari raya, tapi jangan lupa batasi jumlahnya! (Karin/Djavatoday)

