Berita Jabar (Djavatoday.com),- Seminar nasional bertajuk “Naskah Kuno sebagai Kajian Interdisipliner: Menjembatani Warisan Intelektual dan Relevansi Masa Kini” digelar di Bandung, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Publik yang diinisiasi Yayasan Rumah Naskah Nusantara dan dilaksanakan secara hybrid, menghadirkan sekitar 150 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Mayoritas peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Priangan, dengan minat khusus pada kajian manuskrip dan warisan budaya Nusantara. Seminar ini juga terlaksana berkat kolaborasi dengan Program Studi Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sebagai upaya memperkuat ekosistem akademik di bidang pernaskahan.
Sejumlah tokoh nasional turut memberikan sambutan. Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Prof. E. Aminudin Azis, menegaskan bahwa pelestarian naskah kuno menjadi salah satu fokus utama lembaganya melalui program Pengarusutamaan Naskah Nusantara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas untuk memastikan manuskrip Nusantara tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara luas.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat. Ia menilai peran aktif Rumah Naskah dalam pelestarian manuskrip patut didukung dan dikembangkan, termasuk rencana kolaborasi lanjutan di Jawa Barat.
Dari kalangan akademisi, Ketua Program Studi Sastra Sunda FIB Unpad menyebut seminar ini bukan sekadar agenda ilmiah, tetapi juga penguatan jejaring antara almamater dan alumni. Pendiri Rumah Naskah Nusantara, yang merupakan alumni FIB Unpad, dinilai berhasil membangun ruang kolaboratif antara akademisi dan komunitas filologi.
Sebagai pembicara kunci, Prof. Oman Fathurrahman dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam studi manuskrip. Menurutnya, naskah kuno tidak hanya menyimpan catatan sejarah, tetapi juga gagasan intelektual dan dinamika sosial yang relevan untuk dikaji dalam konteks kekinian.
Seminar ini menghadirkan sejumlah filolog dan akademisi dari berbagai institusi, antara lain Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, Perpustakaan Nasional RI, dan Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Diskusi berlangsung interaktif dengan moderator dari Unpad yang juga menjabat Ketua Manassa Jawa Barat.
Ketua Yayasan Rumah Naskah Nusantara, Gunari Putra Erisman, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret menjembatani warisan intelektual masa lalu dengan kebutuhan zaman sekarang. Ia menilai naskah kuno perlu dikaji lintas disiplin agar nilai dan pengetahuannya dapat dipahami secara kontekstual.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan 2025 kategori Dukungan Institusional bagi Keberlanjutan Organisasi Kebudayaan. Dukungan diberikan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana serta Kementerian Keuangan melalui LPDP. Sejumlah lembaga media dan kebudayaan turut menjadi mitra kolaborasi.
Melalui forum ini, penyelenggara berharap lahir kolaborasi riset yang lebih luas, percepatan digitalisasi naskah, serta peningkatan literasi manuskrip di kalangan akademisi dan masyarakat. Seminar tersebut menjadi salah satu upaya strategis menempatkan naskah kuno sebagai sumber inspirasi intelektual dan penguatan identitas budaya bangsa. (CN/Djavatoday)

