Workshop Pembuatan Kertas Daluang, Upaya Melestarikan Tradisi di Pesantren Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Yayasan Rumah Naskah Nusantara menggelar Workshop Pembuatan Kertas Daluang di Pondok Pesantren An-Nasuhi, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi pembuatan kertas daluang yang mulai jarang dikenal masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.

Daluang merupakan kertas tradisional yang berasal dari kulit pohon saeh (Broussonetia papyrifera Vent), atau yang dikenal sebagai paper mulberry dalam bahasa Inggris. Sejak zaman dahulu, daluang digunakan sebagai media tulis, lukis, bahkan bahan pakaian bagi para pertapa dan perlengkapan ritual keagamaan. Ketahanannya yang tinggi menjadikannya pilihan utama dalam penulisan naskah kuno, terutama pada masa penyebaran Islam di Nusantara.

Workshop ini diikuti oleh sekitar 30 peserta. Terdiri dari santri tingkat SMP dan SMA, serta perwakilan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cipaku. Ada juga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, guru, mahasiswa, dan berbagai komunitas kepemudaan seperti Nonoman Galuh, Punakawan Picture, dan Komunitas Akar (Kuningan).

Program ini merupakan bagian dari Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2025 dalam kategori Dukungan Institusional bagi Keberlanjutan Organisasi Kebudayaan. Rumah Naskah Nusantara menghadirkan Kardono, seorang praktisi kertas daluang asal Indramayu, sebagai pemateri.

Dengan penuh antusiasme, peserta belajar langsung proses pembuatan daluang. Mulai dari pengupasan kulit pohon saeh hingga pengeringan lembaran kertas yang siap digunakan.

Ketua Yayasan Rumah Naskah Nusantara, Kang Gun-Gun, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi ini agar tidak punah.

“Daluang dulu menjadi bagian dari kehidupan di pesantren, tapi kini mulai terlupakan. Kami ingin menghidupkan kembali warisan ini agar tetap bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya, Minggu (23/2/2025).

Apresiasi Pembuatan Kertas Daluang

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Ketua Yayasan Nurul Hikmah, Kyai Emil Saefulmilah, yang menyatakan kegembiraannya melihat santri dan generasi muda mengenal kembali tradisi leluhur.

Hal serupa disampaikan Kang Pandu Radea, pegiat sejarah dan budaya serta pendiri Komunitas Tapak Karuhun Nusantara. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi inovasi berbasis budaya dan keagamaan.

Dengan derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, pelestarian warisan budaya seperti daluang menjadi tantangan tersendiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin sadar akan pentingnya menjaga kekayaan budaya bangsa. (Ayu/CN/Djavatoday)

Cegah Geng Motor dan Begal, Polres Ciamis Intensifkan Patroli Malam

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sejumlah ruas jalan di pusat Kabupaten Ciamis mulai disambangi personel kepolisian ketika aktivitas warga memasuki malam akhir pekan. Patroli skala besar...

Generasi Muda Budiasih Ciamis Diajak Kembali Mengenal Seni Lembur dan Kaulinan Sunda

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Anak-anak dan kalangan muda di Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, diajak kembali mengenal kesenian dan permainan tradisional Sunda. Upaya itu...

Polres Ciamis Sita 30 Botol Miras, Pemuda 23 Tahun Diduga Pengedar Diamankan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Polres Ciamis kembali menggelar operasi untuk menekan peredaran minuman keras (miras) dan potensi kejahatan jalanan. Dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD)...

Kapolres Ciamis Perkuat Kemitraan dengan Ojol untuk Jaga Kamtibmas

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar memperkuat komunikasi dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Ciamis. Kali ini, ia...

Terbaru