Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Misteri hilangnya Sri Purwaningsih (29), warga Desa Purwasari, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akhirnya terungkap. Setelah dinyatakan hilang sejak Rabu (1/10/2025) malam, Sri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Citanduy, wilayah Desa Pamotan, Kecamatan Majingklak, Kabupaten Pangandaran, Jumat (3/10/2025) siang.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengatakan korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan saat memasuki hari kedua pencarian.
“Pada pencarian hari kedua, korban berhasil ditemukan di Desa Pamotan, Majingklak, Pangandaran, dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kalipucang untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Ani, Jumat (3/10/2025).
Sri Purwaningsih meninggalkan rumah pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna putih. Namun, sejak saat itu ia tidak pernah kembali.
Keesokan paginya, Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 08.00 WIB, sepeda motor yang dikendarai Sri ditemukan warga terparkir di tanggul Sungai Citanduy, tepat di belakang Bendungan Manganti, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Ciamis.
Penemuan motor itu membuat keluarga korban segera melapor ke pemerintah desa setempat di Purwasari, Wanareja, Cilacap. Hasil pengecekan CCTV di sekitar bendungan memperlihatkan bayangan seseorang yang diduga kuat adalah korban berjalan menuju arah Sungai Citanduy.
“Dari hasil rekaman CCTV terlihat ada sosok yang diduga korban menuju ke arah sungai. Dugaan sementara korban meloncat ke sungai, tetapi kepastian penyebabnya tetap menunggu hasil investigasi lebih lanjut,” tambah Ani.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera melakukan pencarian sejak Kamis (2/10/2025). Upaya penyisiran dilakukan baik melalui jalur darat maupun perahu karet (LCR) menyusuri Sungai Citanduy sejauh kurang lebih 8 kilometer.
Operasi pencarian melibatkan banyak pihak, mulai dari BPBD Ciamis, Basarnas Pangandaran, BPBD Cilacap, PMI, TNI-Polri, Tagana, relawan Baznas, Muhammadiyah, RCS, Rapi, hingga masyarakat sekitar.
Setelah jenazah berhasil ditemukan, operasi SAR resmi ditutup dan korban diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Ayu/CN/Djavatoday)

