Rabu, Juni 19, 2024

Pesona Air Mata Sang Raja di Curug Tujuh Cibolang

Objek wisata Curug Tujuh Cibolang adalah salah satu objek wisata alam yang sudah terkenal di Ciamis. Lokasinya berada di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Objek wisata ini cukup ramai dikunjungi baik di hari libur ataupun hari-hari biasa.

Objek wisata Curug Tujuh Cibolang berada di sebelah utara kota Ciamis. Untuk sampai ke lokasi ini kamu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar satu jam perjalanan dengan jarak sekitar 32 Km dari pusat kota Ciamis.

‘Curug’ jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti ‘air terjun’. Sesuai dengan namanya, Curug Tujuh Cibolang memiliki tujuh buah air terjun yang tersebar di kawasan wana wisata seluas 40 Ha. Letak curug yang satu dengan curug yang lainnya tidak terlalu jauh, bahkan dua curug diantaranya saling berdampingan dan hanya terpisah dengan jarak sekitar 2 meter.  

Setiap curug memiliki namanya masing-masing yaitu, Curug Satu Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Cimantaja, Curug Cileutik dan Curug Cibuluh. Kawasan ini berada pada ketinggian antara 800-900 mdpl dengan suhu udara berkisar antara 17-18 derajat Celcius.

Keistimewaan Curug Tujuh Cibolang

Curug Tujuh Cibolang memiliki kesitimewaan dibandingkan air terjun lain pada umumnya, karena air terjun ini tidak pernah surut sekalipun di musim kemarau. Selain itu, airnya juga mengandung unsur belerang yang berkhasiat untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit kulit. Sumber air curug ini berasal dari air Cimantaja yang menurut mitos, Cimantaja berarti air mata raja.

Konon dahulu kala, ada seorang raja yang sangat prihatin melihat keadaan di wilayahnya akibat kemarau panjang. Air menjadi sangat langka dan tanahnya kering kerontang sehingga banyak rakyat yang dirundung kesedihan.

Karena tak tahan melihat rakyatnya sengsara, sang raja kemudian bertapa untuk memohon supaya diturunkan hujan agar keadaan wilayahnya bisa kembali pulih seperti sedia kala.

Namun usaha sang raja tak kunjung mendapat jawaban dari Sang Penguasa Alam. Oleh karena itu, hati sang raja menjadi sedih dan kesedihannya itu membuat sang raja menangis.

Tak disangka, keajaiban pun terjadi. Air mata sang raja yang terus turun perlahan-lahan berubah menjadi genangan air jenih hingga membentuk aliran air yang akhirnya terpecah dan jatuh di tujuh buah tebing. Aliran air itulah yang kini kita kenal dengan nama Curug Tujuh Cibolang. (Willy/Djavatoday)

Baca juga : Kampung Adat Kuta, Sebuah Kampung Unik Seribu Pantangan di Ciamis

Masuk 3 Besar Penilaian Adminduk Prima Jabar, Ini Inovasi Disdukcapil Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Setelah masuk 3 besar pada penilaian Adminduk Prima Provinsi Jabar, Disdukcapil Ciamis mempunyai beberapa inovasi pelayanan online. Adapun salah satu inovasi tersebut...

Keren, Disdukcapil Ciamis Masuk 3 Besar Lolos Penilaian Adminduk Prima Provinsi Jabar

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Disdukcapil Ciamis, masuk 3 besar lolos penilaian dalam hasil seleksi administrasi Adminduk Prima Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Ciamis,...

Bus dan Truk Kecelakaan di Ciamis, Arus Lalu Lintas Sempat Macet

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebuah bus dan mobil truk terlibat kecelakaan di Tanjakan Cibeka, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Kecelakaan tersebut terjadi Selasa (18/6/2024) sekitar...

Pemkab Ciamis Imbau Panitia Kurban Bagikan Daging Tidak Pakai Kantong Plastik

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemkab Ciamis mengeluarkan edaran Nomor : 600.4.15/1068-DPRKPLH. 03/2024 tentang pelaksanaan hari raya Idul Adha 1445/2024 Tanpa Sampah atau Kantong Plastik. Edaran...
Kartu Anggota Perpus
Kartu Anggota Perpus
Daftar Perpus 1
Daftar Perpus 2

Terpopuler

Lainnya