Pesona Air Mata Sang Raja di Curug Tujuh Cibolang

Objek wisata Curug Tujuh Cibolang adalah salah satu objek wisata alam yang sudah terkenal di Ciamis. Lokasinya berada di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Objek wisata ini cukup ramai dikunjungi baik di hari libur ataupun hari-hari biasa.

Objek wisata Curug Tujuh Cibolang berada di sebelah utara kota Ciamis. Untuk sampai ke lokasi ini kamu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar satu jam perjalanan dengan jarak sekitar 32 Km dari pusat kota Ciamis.

‘Curug’ jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti ‘air terjun’. Sesuai dengan namanya, Curug Tujuh Cibolang memiliki tujuh buah air terjun yang tersebar di kawasan wana wisata seluas 40 Ha. Letak curug yang satu dengan curug yang lainnya tidak terlalu jauh, bahkan dua curug diantaranya saling berdampingan dan hanya terpisah dengan jarak sekitar 2 meter.  

Setiap curug memiliki namanya masing-masing yaitu, Curug Satu Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Cimantaja, Curug Cileutik dan Curug Cibuluh. Kawasan ini berada pada ketinggian antara 800-900 mdpl dengan suhu udara berkisar antara 17-18 derajat Celcius.

Keistimewaan Curug Tujuh Cibolang

Curug Tujuh Cibolang memiliki kesitimewaan dibandingkan air terjun lain pada umumnya, karena air terjun ini tidak pernah surut sekalipun di musim kemarau. Selain itu, airnya juga mengandung unsur belerang yang berkhasiat untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit kulit. Sumber air curug ini berasal dari air Cimantaja yang menurut mitos, Cimantaja berarti air mata raja.

Konon dahulu kala, ada seorang raja yang sangat prihatin melihat keadaan di wilayahnya akibat kemarau panjang. Air menjadi sangat langka dan tanahnya kering kerontang sehingga banyak rakyat yang dirundung kesedihan.

Karena tak tahan melihat rakyatnya sengsara, sang raja kemudian bertapa untuk memohon supaya diturunkan hujan agar keadaan wilayahnya bisa kembali pulih seperti sedia kala.

Namun usaha sang raja tak kunjung mendapat jawaban dari Sang Penguasa Alam. Oleh karena itu, hati sang raja menjadi sedih dan kesedihannya itu membuat sang raja menangis.

Tak disangka, keajaiban pun terjadi. Air mata sang raja yang terus turun perlahan-lahan berubah menjadi genangan air jenih hingga membentuk aliran air yang akhirnya terpecah dan jatuh di tujuh buah tebing. Aliran air itulah yang kini kita kenal dengan nama Curug Tujuh Cibolang. (Willy/Djavatoday)

Baca juga : Kampung Adat Kuta, Sebuah Kampung Unik Seribu Pantangan di Ciamis

Polisi dan Warga Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol di Cisaga Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Personel Polsek Cisaga Polres Ciamis ikut bergotong royong bersama warga memperbaiki tanggul jebol di Dusun Tenjolaya RT 02 RW 01, Desa...

Kemeriahan Soft Opening 23 Caffe & Resto Ciamis, Bupati Herdiat Singgung Nasib Kopi Lokal

Berita Ciamis (Djavatoday.com),– Sektor pariwisata kuliner dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan tajinya. Pada hari Sabtu (23/05/2026), Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara...

Lansia Diduga Lompat dari Jembatan Cirahong Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pencarian terhadap seorang lansia yang diduga melompat dari Jembatan Cirahong di perbatasan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan...

Rumah Dua Lantai di Ciamis Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp75 Juta

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kebakaran melanda sebuah rumah permanen dua lantai milik Ecin Rostini (61) di Dusun Pengkolan RT 020 RW 007, Desa Sindangkasih, Kecamatan...

Terbaru