Selasa, Oktober 26, 2021

765 Personel Gabungan di Ciamis untuk Penyekatan Mudik Lebaran

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- 765 Personel Gabungan di Ciamis, Jawa Barat, diterjunkan untuk penyekatan mudik Lebaran 2021. Para personel yang terdiri dari TNI, Polri dan Pemkab Ciamis bertugas mulai tanggal 6 Meli 2021.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menuturkan dalam operasi ketupat ini para personel akan disiagakan di beberapa titik penyekatan di wilayah perbatasan dan di tempat strategis lainnya. Tujuannya untuk mengamankan serta menghalau para pemudik dari luar daerah. Mengingat saat ini pemerintah pusat melarang mudik.

Baca juga:

Herdiat mengatakan saat ini banyak warga yang telah lebih dulu mencuri start mudik. Untuk itu, selain melakukan penyekatan pada daerah perbatasan juga akan memperketat posko-posko di kecamatan dan desa, bahkan sampai tingkat RT/RW.

“Selain melakukan penyekatan mudik lebaran, kita juga melakukan penanganan terhadap para pemudik yang mencuri start dengan memberdayakan Posko desa,” ujar Herdiat setelah memimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di halaman Pendopo Ciamis, Rabu (5/5/2021).

Herdiat meminta untuk RT/RW dan desa untuk memantau warga yang datang ke daerahnya. Bagi pemudik yang sudah terlanjur mudik dan berada di kampung halamannya diminta untuk menunjukan surat hasil tes Covid-19 yang menyatakan negatif. Apabila tidak ada maka diarahkan untuk melakukan pengetesan mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Apabila tidak bisa menunjukan hasil tes negatif dan tidak melaksanakan pemeriksaan pemerintah desa harus melakukan isolasi di posko desa. Hampir semua desa di Ciamis telah memiliki ruang isolasi untuk para pemudik,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana menuturkan pihaknya menyiapkan 4 posko penyekatan mudik lebaran 2021. 4 posko itu yakni Pos Cihaurbeuti berbatasan dengan Tasikmalaya. Pos Panawangan yang berbatasan dengan Majalengka dan Kuningan. Pos Karangkamulyan dan di Pangandaran Pos Kalipucang berbatasan dengan Jawa Tengah.

“Penyekatan dilaksanakan selama 12 hari. Personel gabungan yang disiapkan sebanyak 765 orang. Kalau ada pemudik kita minta untuk putar balik. Kami imbau semua warga menahan diri tidak mudik dulu,” jelasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU