Rabu, Juni 19, 2024

Mengenal Tradisi Nelesan di Nagarapageuh Ciamis, Digelar di Bulan Rabiul Awal

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Masyarakat Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar Tradisi Nelesan, Sabtu (24/9/2023). Tradisi tersebut merupakan peninggalan leluhur yang digelar setiap Bulan Rabiul Awal.

Berbeda dengan kegiatan dahulu, sejak dua tahun ini Tradisi Nelesan Nagarapageuh digelar secara gebyar. Selain itu, tradisi tersebut juga sudah masuk dalam agenda Kabupaten Ciamis.

Panitia Gebyar Budaya Nelesan Eman Sulaeman menjelaskan Nelesan berasal dari kata teles yang artinya basah atau membasahi. Dalam kegiatan ini Nelesan berarti membersihkan benda peninggalan leluhur.

Secara makna, Nelesan ini berarti membersihkan hati dari sifat tidak baik menjadi baik. Menurut Eman, Gebyar Budaya Tradisi Nelesan ini bertujuan untuk membangkitkan pariwisata sebagai wisata desa dan ekonomi kreatif.

Di Nagarapageuh terdapat patilasan yang kini sudah masuk dalam cagar budaya Disbudpora Ciamis. Menurut cerita, patilasan ini berkaitan dengan sejarah Prabu Walangsungsang, Nyimas Larasantang dan Prabu Rajasagara.

Menurut cerita, Prabu Rajasagara tidak meneruskan perjalanan ke Cirebon. Prabu Rajasagara kemudian mendirikan kerajaan di Nagarapageuh. Kerajaan itu di bawah dari Kerajaan Padjajaran. Sehingga kerajaan tersebut diakui oleh Sri Baduga Maharaja.

Menurut Eman, sejumlah benda pusaka dari Desa Nagarapageuh belum ada penelitian. Sehingga belum ada data kongkrit atau catatan usia benda pusaka itu.

“Sebelumnya Tradisi Nelesan membersihkan benda pusaka itu tidak menentu, tidak harus selalu bulan Maulid,” ucapnya.

Namun Tradisi Nelesan ini memiliki potensi wisata dan budaya, sehingga digelar pada Bulan Rabiul Awal. Hal ini sama dengan tradisi Nyangku Panjalu.

Sementara Sule Sulaeman, warga setempat mengatakan adanya tradisi tersebut dapat membangkitkan ekonomi kreatif. Hanya saja dalam stan UMKM yang meramaikan acara masih ada yang kurang, tidak adanya makanan khas daerah setempat seperti opak ketan.

“Dalam hidangan untuk tamu undangan tradisi juga saya tidak melihat ada makanan opak ketan khas desa setempat itu. Padahal, dulunya opak ketan dari Desa Nagarapageuh itu sangat tersohor,” katanya. (Andra/CN/Djavatoday)

Masuk 3 Besar Penilaian Adminduk Prima Jabar, Ini Inovasi Disdukcapil Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Setelah masuk 3 besar pada penilaian Adminduk Prima Provinsi Jabar, Disdukcapil Ciamis mempunyai beberapa inovasi pelayanan online. Adapun salah satu inovasi tersebut...

Keren, Disdukcapil Ciamis Masuk 3 Besar Lolos Penilaian Adminduk Prima Provinsi Jabar

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Disdukcapil Ciamis, masuk 3 besar lolos penilaian dalam hasil seleksi administrasi Adminduk Prima Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Ciamis,...

Bus dan Truk Kecelakaan di Ciamis, Arus Lalu Lintas Sempat Macet

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebuah bus dan mobil truk terlibat kecelakaan di Tanjakan Cibeka, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Kecelakaan tersebut terjadi Selasa (18/6/2024) sekitar...

Pemkab Ciamis Imbau Panitia Kurban Bagikan Daging Tidak Pakai Kantong Plastik

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemkab Ciamis mengeluarkan edaran Nomor : 600.4.15/1068-DPRKPLH. 03/2024 tentang pelaksanaan hari raya Idul Adha 1445/2024 Tanpa Sampah atau Kantong Plastik. Edaran...
Kartu Anggota Perpus
Kartu Anggota Perpus
Daftar Perpus 1
Daftar Perpus 2

Terpopuler

Lainnya