Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Seorang janda lanjut usia (lansia) bernama Komoh (73), bersama tiga orang putranya, harus bertahan hidup di rumah nyaris ambruk di Dusun Buniasih, RT 02 RW 11, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Kondisi tempat tinggal mereka sangat memprihatinkan, jauh dari kata layak huni.
Komoh dan anak-anaknya hanya mengandalkan penghasilan dari buruh serabutan. Sayangnya, keluarga ini luput dari bantuan pemerintah. Rumah yang mereka tempati sudah rusak parah. Bagian depan rumah ambruk, dinding bilik bolong dimakan rayap, dan atap bocor di berbagai sisi.
“Awalnya dapur yang ambruk, sekarang bagian depan juga roboh. Dinding sudah rapuh, dimakan rayap,” tutur Komoh, Selasa (13/5/2025).
Setiap kali hujan turun, rumah tergenang air. Mereka juga dihantui rasa takut rumah runtuh saat sedang tidur. Meski berbahaya, Komoh mengaku tetap tinggal di sana karena tidak punya pilihan lain.
“Takut, jelas takut. Tapi mau pindah ke mana lagi? Hanya satu kamar yang masih bisa dipakai,” ujarnya lirih.
Deni Edwar, tetangga Komoh, mengaku prihatin. Ia mengatakan, kondisi keluarga tersebut sudah lama memerlukan bantuan. Namun, upaya warga mengadukan kondisi rumah lansia yang ambruk ini ke RT hingga kantor desa belum membuahkan hasil.
“Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan. Tapi tidak ada tindak lanjut. Rumahnya keburu ambruk,” kata Deni.
Demi keselamatan, warga akhirnya mengungsikan Komoh dan keluarganya ke rumah milik Bu Elah yang biasa disewakan. Untuk menutupi biaya sewa, warga patungan.
“Kami hanya ingin mereka bisa tinggal lebih aman. Tapi kami juga berharap pemerintah segera turun tangan,” tegasnya.
Kepala Desa Muktisari, Ade Suci Permana, membenarkan bahwa pihak desa telah mengajukan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis.
“Sudah kami ajukan. Tapi belum ada realisasi. Kalau dari dana desa, kami belum mampu karena biayanya cukup besar,” ujarnya. (Andra/CN/Djavatoday)

