Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana Balai Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, pagi itu terasa berbeda. Di antara deretan meja dan kursi sederhana, beberapa petugas sibuk melayani warga yang datang membawa berkas. Ada yang mengurus Kartu Keluarga, ada pula yang menanti giliran membuat Akta Kelahiran untuk anaknya. Wajah mereka tampak sumringah—bukan hanya karena dokumen penting akhirnya bisa diurus, tapi karena untuk pertama kalinya, pelayanan dari pemerintah hadir begitu dekat, tepat di tengah kampung mereka.
Inilah salah satu warna dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0613/Ciamis, yang tak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan administratif warga. Bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Ciamis, program ini menghadirkan layanan terpadu selama dua hari, 24–25 Oktober 2025, bagi warga di pelosok Purwadadi.
Tak perlu lagi menempuh jarak belasan kilometer ke kantor Dispendukcapil di kota. Cukup datang ke balai desa, warga bisa membuat Kartu Keluarga (KK), KTP, Akta Kelahiran, hingga Kartu Identitas Anak (KIA)—semua selesai dengan pelayanan ramah dan cepat.
Menurut Serma Asep, Bati Bhakti Kodim 0613/Ciamis, kegiatan ini menjadi bagian dari misi sosial TMMD untuk membangun kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“TMMD bukan hanya soal jalan dan jembatan, tapi juga soal bagaimana masyarakat di pelosok bisa merasakan kehadiran negara. Dengan menggandeng Dispendukcapil, kami ingin membantu warga agar tidak lagi kesulitan mengurus dokumen penting,” ujarnya.
Kerja sama ini terbukti memberikan dampak besar. Selama dua hari pelaksanaan, 116 warga menerima pelayanan kependudukan. Dari jumlah itu, 24 orang membuat KK, 26 orang mengurus KTP, 48 orang memperoleh Akta Kelahiran, dan 18 anak mendapatkan KIA.
Dari sisi pemerintah daerah, langkah Kodim 0613/Ciamis ini mendapat apresiasi tinggi. Yuliasari, S.STP., MM., Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Ciamis, menyebut sinergi dengan TNI menjadi contoh kolaborasi efektif antara lembaga.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan TNI. Program ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tapi juga meningkatkan kesadaran pentingnya dokumen kependudukan yang valid,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini mampu menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang selama ini sulit mendapat layanan kependudukan. Kolaborasi lintas sektor seperti TMMD, menurutnya, dapat menjadi model bagi pelayanan publik di daerah lain.
Di balik suksesnya kegiatan, dukungan perangkat desa dan antusiasme masyarakat menjadi kunci utama. Warga bergotong royong menyiapkan tempat, membantu mengatur antrean, dan memastikan semua berjalan tertib.
Lebih dari sekadar kegiatan administratif, TMMD kali ini menjadi simbol hadirnya negara dalam wujud nyata. Di Desa Sukamulya, pelayanan publik bukan lagi sekadar slogan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kami merasa diperhatikan. Biasanya harus jauh-jauh ke kota, sekarang cukup di desa saja,” ujar salah satu warga sambil menggenggam KTP barunya.
Sinergi antara TNI, Dispendukcapil, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak selalu dibangun dari beton dan aspal. Terkadang, kesejahteraan hadir lewat selembar dokumen yang memberi kepastian identitas, akses pendidikan, dan perlindungan hukum bagi setiap warga.
Melalui TMMD, TNI tidak hanya membangun desa secara fisik, tetapi juga memperkuat pondasi sosial—membawa semangat gotong royong, mempererat kolaborasi, dan menghadirkan negara di tengah rakyatnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

