Kamis, Mei 30, 2024

Keracunan Permen Jari, Bocah di Ciamis Meninggal dan Dua Dirawat

DJAVATODAY.COM, CIAMIS,- Seorang bocah meninggal dunia dan dua lainnya dirawat di RSUD Ciamis diduga keracunan permen jari. Mereka kakak beradik warga Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. 

Identitasnya, Muhamad Rizki (10)  meninggal dunia, sementara 2 adiknya Muhamad Rifki (7) dan Muhamad Syarif Hidayat (4) telah dirawat dan kondisinya membaik. Bahkan setelah mendapat perawatan medis, keduanya pada Selasa (1/9/2020) siang telah pulang dari RSUD.

Kasi Pelayanan RSUD Ciamis Eri Arifah membenarkan, RSUD Ciamis menerima 3 pasien anak satu keluarga. Tetapi, saat sampai di RSUD seorang anak yang diduga keracunan permen jari ini dalam keadaan meninggal dunia.

“Hasil diagnosa pasien datang kondisinya diare berat pada Sabtu malam kemarin. Memiliki keluhan diare, pusing dan muntah. Keracunan permen atau tidak belum bisa dipastikan. Karena harus ada uji lab untuk memeriksa kandungannya membahayakan atau tidak,” ungkap Eri, Selasa (1/9/2020).

Untuk memastikan dugaan keracunan permen jari atau bukan, Eri mengemukanan perlu ada penelusuran lebih lanjut. Harus ada pemeriksaan terkait makanan apa saja yang dimakan oleh pasien sebelum mengalami gejala tersebut. Karena kejadian ini menimpa anak dari satu keluarga.

Eri menyebut perlu ada kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan badan POM untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Saat ini Dinas Kesehatan dan Loka POM Tasikmalaya telah melakukan konfirmasi kepada keluarga serta mengambil sampel permen tersebut untuk diuji di Lab.

Orang Tua Menduga Anaknya Keracunan Permen Jari

Aef Saeful Hidayat dan Ai Yulia tak menyangka ketiga anaknya mengalami keracunan, bahkan anak sulungnya meninggal dunia. Aef Saeful Hidayat saat ditemui di ruang Melati RSUD Ciamis mengatakan anaknya diduga kuat keracunan setelah mengkonsumsi permen itu.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya bekas permen itu yang  dijadikan mainan yang disusun memanjang dan warna-warni. Ketiga anaknya mulai merasakan gejala pada Kamis pekan lalu. Ia awalnya menyangka anaknya hanya diaer biasa.

“Saya tidak menyangka anak saya keracunan permen jari itu. Saya kira muntaber, lalu dikasih oralit dan obat. Karena sampai Sabtu belum sembuh lalu saya bawa ke rumah sakit. Tapi anak pertama tidak tertolong , yang dua alhamdulillah sehat,” katanya.

Aef berharap pemerintah terkait melakukan tindakan. Jangan sampai kejadian ini menimpa anak-anak lainnya. Pengawasan makanan terutama jajanan anak harus lebih diperhatikan. Ia meminta penjual dan produsen makanan untuk memperhatikan kesehatan. (CN/Djavatoday)

Hasil Survei Partai Golkar, Herdiat Sunarya Diunggulkan di Pilkada Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Partai Golkar telah melakukan survei pertama untuk calon kepala daerah pada Pilkada 2024. Hasil survei itu, Partai Golkar Ciamis menyatakan Herdiat...

Hadiri Pelantikan Perangkat Desa Janggalaharja, Camat Rancah Ciamis Sampaikan Pesan Ini

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kepala Desa Janggalaharja Saefuloh melantik Asep Aldi Reza Syaiful Milah sebagai perangkat desa Kaur Perencanaan. Pelantikan yang digelar di GOR Desa...

PSGC Ciamis Bubarkan Tim Usia Gagal ke 8 Besar Liga 3 Nasional

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis membubarkan tim musim 2023/2024 setelah gagal lolos ke babak 8 besar Liga 3 Nasional. Laskar Singacala kandas di babak...

Jalan Mundur Warnai Aksi Solidaritas Jurnalis Ciamis Tolak RUU Penyiaran

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sejumlah jurnalis dari Ciamis, Banjar dan Pangandaran melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Ciamis, Selasa (28/5/2024). Mereka menyerukan penolakan...
Kartu Anggota Perpus
Kartu Anggota Perpus
Daftar Perpus 1
Daftar Perpus 2

Terpopuler

Lainnya