Kekeringan Melanda Sandingtaman Ciamis, 70 KK dan 280 Jiwa Terdampak

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Salah satunya terjadi di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, yang mengalami kekeringan meteorologis sejak akhir Agustus 2026.

Berdasarkan laporan kaji cepat Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Ciamis, kekeringan di wilayah tersebut mulai terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Kondisi itu dipicu tidak adanya hujan selama sekitar satu pekan. Akibatnya, sebagian sumber air seperti sumur dan sungai yang biasa digunakan warga mulai mengalami kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengatakan pihaknya telah melakukan assessment bersama aparat setempat untuk mengetahui kondisi warga sekaligus menentukan kebutuhan penanganan.

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan assessment dan memastikan kebutuhan air bersih warga yang terdampak. Penanganan dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” kata Ani.

Dari hasil pendataan, sedikitnya 70 kepala keluarga atau 280 jiwa terdampak kekeringan di Dusun Karoya, Desa Sandingtaman.

Rinciannya, sebanyak 30 kepala keluarga dengan 105 jiwa berada di RT 01 RW 01. Sementara 40 kepala keluarga lainnya dengan jumlah 175 jiwa berada di RT 02 RW 01.

Kondisi kekeringan membuat warga harus mencari sumber air dari lokasi lain. Jarak dari permukiman menuju titik pengambilan air berada di kisaran 50 hingga 500 meter.

“Warga untuk sementara mengambil air dari titik drop air yang sudah disiapkan. Kami juga melihat kebutuhan dan kondisi sumber air di sekitar permukiman agar distribusinya bisa dilakukan secara tepat,” ujar Ani.

BPBD Ciamis telah menyalurkan bantuan satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain distribusi air, BPBD bersama aparat setempat juga menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat dipenuhi apabila kondisi kekeringan berlanjut.

Salah satu sumber air yang masih berpotensi dimanfaatkan berada di sekitar Dusun Citaman. Lokasinya berjarak sekitar tiga kilometer dari wilayah terdampak. Namun, sejumlah sumber seperti sumur dan mata air berada di bawah area permukiman sehingga membutuhkan pompa untuk mengambil air.

BPBD juga berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menyiapkan tempat penampungan air, termasuk kemungkinan menggunakan toren atau bak penampungan komunal.

“Kami mengupayakan agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi. Selain dropping air, perlu disiapkan tempat penampungan sehingga air yang tersedia bisa dimanfaatkan masyarakat secara lebih teratur,” kata Ani.

Penanganan kekeringan tersebut dilakukan untuk memastikan warga tetap memperoleh akses air bersih selama sumber air di wilayah permukiman belum kembali normal.

BPBD Ciamis pun mengimbau masyarakat di wilayah yang mulai mengalami kesulitan air agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun petugas terkait. Langkah tersebut penting agar kebutuhan air bersih dapat segera dipetakan dan ditangani sebelum kondisi semakin meluas. (Ayu/CN/Djavatoday)

Pria di Ciamis Bacok Istri dan Kakek Mertua, Pelaku Ditangkap di Kota Banjar

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Seorang pria berinisial AF (39) diduga membacok istri dan kakek mertuanya di Dusun Caringin, Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Peristiwa...

Lansia Diduga Gangguan Kejiwaan Mengamuk Bawa Kapak di Ciamis, Dua Polisi dan Warga Terluka

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Seorang pria lanjut usia bernama Ayat (60) mengamuk sambil membawa kapak di Dusun Pagadungan, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Selasa...

Kericuhan di Stadion Galuh Berbuah Sanksi, PSGC Ciamis Didenda Rp 35 Juta

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis harus menerima konsekuensi dari kericuhan yang terjadi saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Galuh, Sabtu (17/10/2026). Komite Disiplin (Komdis)...

Kukang Bertengger di Kabel Listrik, Damkar Ciamis Turun Tangan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Keberadaan seekor kukang di kabel listrik tegangan rendah membuat warga Dusun Batu Kurung, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, khawatir, Rabu...

Terbaru