Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis mendapat tambahan tenaga dari dua pemain regulasi pinjaman Persib Bandung. Kevin dan Athaya akhirnya menjalani debut bersama Laskar Singacala saat menghadapi Persiku Kudus pada pekan keempat Liga 2 Indonesia 2026/2027.
Keduanya ikut mengantar PSGC meraih kemenangan 2-1 atas Persiku di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (3/10/2026). Kevin dipercaya tampil sejak menit awal, sedangkan Athaya masuk pada babak kedua.
Debut tersebut menjadi tambahan opsi bagi tim pelatih PSGC, terutama dalam menyusun komposisi pemain yang memenuhi regulasi.
Asisten Pelatih PSGC Ciamis Eka Ramdani menyambut positif kehadiran Kevin dan Athaya. Menurutnya, kedua pemain yang berasal dari Persib tersebut bisa memberikan warna baru sekaligus meningkatkan persaingan sehat di dalam tim.
“Alhamdulillah dengan bergabungnya Kevin dan Athaya, kami jadi punya banyak pilihan untuk pemain regulasi. Dua pemain ini berasal dari Persib senior. Mudah-mudahan kehadiran mereka bisa menjadi motivasi sekaligus membantu mengangkat performa tim,” ujar Eka, Selasa (6/10/2026).
Sebelum Kevin dan Athaya, PSGC lebih dulu diperkuat Faris yang juga berstatus pemain pinjaman dari Persib. Faris telah bergabung sejak awal kompetisi dan mendapat kesempatan bermain bersama PSGC.
Eka menegaskan, status pemain bukan menjadi jaminan seseorang langsung mendapat tempat di lapangan. Tim pelatih tetap melihat perkembangan dan kesiapan pemain selama menjalani latihan.
Hal itu berlaku bagi seluruh anggota skuad. Eka mencontohkan Muhammad Bagus Cahaya yang terus dipantau sebelum akhirnya mendapat kepercayaan bermain dan mampu mencetak gol untuk PSGC saat menghadapi Persiku.
“Sama halnya dengan pemain-pemain lain. Kami melihat perkembangan mereka di latihan. Ketika kami menilai sudah waktunya dimainkan, pemain tersebut harus bisa memberikan sesuatu untuk tim. Seperti Bagus Cahaya, alhamdulillah ketika diberi kesempatan dia bisa memberikan kontribusi,” katanya.
Karena itu, Eka meminta seluruh pemain PSGC selalu siap. Persaingan untuk mendapatkan menit bermain akan terus berjalan seiring kebutuhan tim dan regulasi kompetisi.
“Jadi sebenarnya tinggal menunggu waktu. Saya pikir pemain-pemain yang ada di tim ini sudah harus siap kapan pun diturunkan,” tuturnya.
Kehadiran sejumlah pemain regulasi membuat pilihan di dalam skuad PSGC semakin beragam. Namun, kondisi itu juga menuntut tim pelatih lebih cermat ketika menentukan komposisi maupun melakukan pergantian pemain.
Terlebih di lini tengah, PSGC memiliki sejumlah pemain yang bisa menjadi pilihan. Pergantian pemain juga harus mempertimbangkan komposisi pemain senior dan regulasi yang berlaku.
“Di gelandang itu banyak sekali pilihan pemain. Kami juga harus memikirkan regulasi. Ketika ada pergantian, pemain senior juga bisa saja harus diganti. Jadi semua pemain harus tetap siap kapan pun dimainkan oleh pelatih,” jelas Eka.
Kemenangan atas Persiku menjadi suntikan kepercayaan diri bagi PSGC sebelum menghadapi laga berikutnya. Eka berharap mentalitas positif tersebut terus terjaga.
Baginya, persaingan di kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknis, tetapi juga kesiapan mental menghadapi setiap pertandingan.
“Seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, saya selalu optimistis. Ini masalah mentalitas. Saya pikir semua tim bisa memenangkan pertandingan dan juga bisa dikalahkan. Begitu juga dengan kami,” ujar mantan pemain Persib tersebut. (Ayu/CN/Djavatoday)

