Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, mencatat prestasi di tingkat Jawa Barat. Desa tersebut meraih peringkat pertama dalam penilaian Desa Berkinerja Baik untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Desa Panjalu memperoleh nilai 140,92, sekaligus menempatkannya di posisi teratas dalam penilaian tersebut.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan capaian itu bukan hasil kerja satu pihak. Menurutnya, keberhasilan Panjalu merupakan buah dari kolaborasi pemerintah desa, kader posyandu, tenaga kesehatan dan masyarakat.
Upaya pencegahan stunting, kata Herdiat, tidak hanya dilakukan melalui penanganan anak yang mengalami masalah pertumbuhan. Pemenuhan kebutuhan dasar juga menjadi bagian penting, mulai dari gizi seimbang, imunisasi, akses air bersih dan sanitasi, pola asuh hingga pelayanan posyandu secara rutin.
Herdiat berharap penghargaan yang diraih Desa Panjalu tidak sekadar menjadi capaian administratif. Prestasi tersebut diharapkan dapat memacu desa lain di Ciamis untuk memperkuat program pencegahan stunting.
“Keberhasilan ini hendaknya menjadi motivasi untuk menekan angka kasus baru hingga mencapai zero new stunting di Kabupaten Ciamis secara keseluruhan,” kata Herdiat melalui keterangan yang dipublikasikan Pemkab Ciamis.
Kepala Desa Panjalu H. Yuyus Surya Adinegara menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja bersama. Ia mengatakan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena persoalannya berkaitan langsung dengan kondisi keluarga dan lingkungan.
“Atas nama Pemdes Panjalu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjibaku bahu membahu dalam menurunkan angka stunting di wilayah Desa Panjalu,” kata Yuyus saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).
Yuyus menyebut kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPD, LPM hingga masyarakat.
Menurutnya, upaya menurunkan angka stunting bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Konsistensi program dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pencegahan dapat berjalan hingga tingkat keluarga.
“Sungguh berat jika harus dilakukan hanya seorang diri. Dari itu, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak,” ujarnya.
Yuyus berharap capaian di tingkat provinsi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat Panjalu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai program pencegahan stunting.
“Terima kasih kepada Pak Dedi Mulyadi, Desa Panjalu menjadi Desa Berkinerja Baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting tingkat provinsi dengan nilai 140,92,” katanya.
Kini, tantangan berikutnya bagi Desa Panjalu bukan lagi sekadar meraih penghargaan, tetapi menjaga agar berbagai upaya yang telah berjalan tetap konsisten. Dengan keterlibatan pemerintah dan masyarakat, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat. (Ayu/CN/Djavatoday)

