Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, pada Jumat (24/10/2025) siang, menimbulkan musibah bagi seorang warga Dusun Kiarapayung, Desa Kiarapayung. Rumah milik Tatang Syarifudin (36), seorang wiraswasta, rusak berat setelah tertimpa pohon Albu yang tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, saat hujan turun cukup lebat disertai hembusan angin kuat. Pohon Albu yang berdiri di belakang rumah tiba-tiba roboh dan menimpa bangunan utama. Beruntung, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai Rp10,5 juta.
Akibat kejadian itu, Tatang bersama keluarganya kini harus menumpang sementara di rumah kerabat terdekat. Warga sekitar pun turut membantu membersihkan sisa reruntuhan pohon yang menimpa rumah korban.
Begitu menerima laporan, Polsek Rancah segera menurunkan personel ke lokasi kejadian. Petugas melakukan pendataan, mencatat keterangan sejumlah saksi seperti Cucu Abdul Sidiq, perangkat desa setempat, dan Dudung, Ketua RT, serta bergotong royong bersama warga mengevakuasi batang pohon yang menimpa bangunan.
Kapolsek Rancah Iptu Wawan Ridwan mengatakan, peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya saat cuaca ekstrem melanda.
“Bapak Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., telah menegaskan kepada seluruh jajaran agar aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pohon tumbang di musim hujan ini,” ujar Iptu Wawan Ridwan.
Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk rutin memangkas cabang pohon yang sudah mati atau terlalu rimbun, serta menebang pohon tua yang berisiko tumbang. Selain itu, masyarakat diminta memantau kondisi pepohonan di sekitar rumah agar tidak menimbulkan ancaman saat terjadi angin kencang.
Upaya cepat aparat kepolisian dan warga dalam mengevakuasi lokasi membuat situasi tetap aman dan kondusif. Meski bencana ini tak menimbulkan korban jiwa, peristiwa di Rancah menjadi peringatan penting bahwa kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tak boleh diabaikan. (Ayu/CN/Djavatoday)

