Selasa, Mei 28, 2024

Astana Gede Kawali, Ibukota Kerajaan Galuh

Astana Gede Kawali merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Situs ini terletak di Dusun Indrayasa Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Jika kamu berangkat dari pusat kota Ciamis, kamu hanya memerlukan waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai ke lokasi.

‘Astana’ jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti ‘makam’, sedangkan ‘Gede’ artinya ‘besar’. Jadi Astana Gede adalah makam orang-orang besar. Konon tempat ini pada zaman dulu merupakan ibukota dari kerajaan Galuh, sehingga terdapat banyak peninggala benda-benda bersejarah di dalamnya.

Ada dua versi pendapat mengenai arti dari Astana Gede ini. Yang pertama, ‘besar’ disini berarti orang-orang yang mempunyai postur tubuh yang besar, karena jika kamu berkunjung ke situs ini,  kamu akan melihat makam-makam berukuran besar dan berbeda dengan ukuran makam pada umumnya.

Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa ‘besar’ disini mengandung makna orang-orang terhormat seperti raja, senopati, dan pejabat kerajaan lainnya atau dalam istilah Sunda disebut dengan ‘gegeden’.

Peninggalan Arkeologi Situs Astana Gede

Untuk memasuki kawasan situs Astana Gede, kamu hanya perlu mengeluarkan uang senilai Rp. 2.500,- untuk biaya tiket masuk. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, kamu sudah bisa menjelajah kawasan situs Astana Gede yang bernilai sejarah tinggi.

Di dalam situs Astana Gede kamu akan menemukan berbagai macam peninggalan arkeologi, seperti batu prasasti, batu menhir dan makam. Prasasti yang ada di situs ini merupakan dokumen dan piagam yang ditulis dengan menggunakan bahasa dan aksara Sunda buhun. Tercatat, ada enam prasasti yang ada di kawasan situs Astana Gede Kawali. Prasasti ini dinamai dengan Prasasti Kawali I – VI.

Situs Astana Gede ini sudah dijadikan Situs Cagar Budaya. Oleh karena itu, keberadaannya dilindungi Undang-Undang. Tidak boleh ada seseorang yang berani merusak atau mencuri salah satu peninggalan yang ada di kawasan ini, bahkan yang memindahkan sekalipun bisa dikenakan sanksi.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi situs Astana Gede di tengah masa pandemi Covid-19, tetap perhatikan protokol kesehatan dengan selalu melakukan 3M. Selain itu kamu wajib menjaga lingkungan situs ini agar tetap bersih dan tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak peninggalan arkeologi yang ada di dalamnya. (Willy/Djavatoday)

Embun Lawu Tawangmangu: HTM, Fasilitas, dan Daya Tarik

Embun Lawu Tawangmangu merupakan sebuah objek wisata populer di Karanganyar yang menyuguhkan keindahan lereng Gunung Lawu. Objek wisata ini menghadirkan beragam keseruan dengan banyaknya...

Lomba Merpati Tingkat Nasional di Ciamis Berdampak Baik untuk Ekonomi Masyarakat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Lomba burung merpati tingkat nasional seri 3 kembali digelar di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan itu digelar Penggemar Merpati Tinggi Indonesia...

Pedas Nampol Seblak Bangsat Seuhah yang Viral di Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Seblak adalah jajanan yang berasal dari Jawa Barat yang saat ini diminati banyak kalangan. Warung Seblak Bangsat Seuhah di Ciamis kini...

Hama Wereng Serang Sawah, Petani di Cigembor Ciamis Galau

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Puluhan hektar sawah di Kelurahan Cigembor, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diserang hama wereng sejak beberapa pekan lalu. Para petani pun kini...
Kartu Anggota Perpus
Kartu Anggota Perpus
Daftar Perpus 1
Daftar Perpus 2

Terpopuler

Lainnya