Sabtu, Mei 18, 2024

Ada Paramitha Rusady saat Peringatan Mieling Ngadegna Galuh di Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Warga Ciamis, Jawa Barat, merayakan hari berdirinya Kerajaan Galuh atau Mieling Ngadegna Galuh yang ke 1410 tahun di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Rabu (23/3/2022).

Mieling Ngadegna Galuh kali ini cukup spesial, karena artis senior Paramitha Rusady turut hadir ikut perayaan. Hal ini membuat warga yang hadir heboh dan mengambil kesempatan untuk berfoto ria. Hadirnya Paramitha ini atas undangan dari panitia. Mengingat Paramitha Rusady pun masih memiliki keturunan Galuh.

Kedatangan Paramitha Rusady ke lokasi situs bersejarah peninggalan Kerajaan Galuh bukan kali ini saja. Beberapa bulan lalu, ia pun sempat berziarah ke Situs Astana Gede Kawali.

“Alhamdulillah sudah sering kesini (situs peninggalan Kerajaan Galuh), tapi kalau ikut acara ini baru pertama kali,” ujar Paramitha.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus dan luar biasa. Warga Ciamis selalu menjaga dan melestarikan kebudayaan. “Antusias, luar biasa, berkah. Datang kesini ada undangan,” ujar Paramitha Rusady.

Paramitha mengikuti prosesi peringatan Kerajaan Galuh ini mulai dari susuci di depan gerbang situs. Kemudian tawasul dan doa bersama di area Situs Pangcalikan (singgasana). Lalu dengan Seba Bakti yakni persembahan dan penghormatan kepada leluhur dalam bentuk hasil bumi dari setiap kabuyutan tanah Galuh, yang kemudian makan bersama.

Prosesi selanjutnya adalah Ngembang ka Pangcalikan. Yakni penaburan bunga ke Batu Pangcalikan oleh sesepuh, tokoh adat, termasuk Paramitha Rusady.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis Budi Kurnia menjelaskan Mieling Ngadegna Galuh sebagai gelaran seni budaya yang di gagas komunitas Galuh Sadulur di Ciamis. Juga atas prakarsa keluarga Jambansari rundayan dari Kanjeng Perbu Adipati Aria Kusumadiningrat bupati Galuh ke-16 (1839-1886).

“Pelaksanannya setiap tanggal 23 Maret, tahun ini yang ke 6 kali. 2022 ini ke 1410 tahun,” ujar Budi.

Sejarah Mieling Ngadegna Galuh

Menurut sejarah, Ratu Galuh Sang Wretikandayun dinobatkan sebagai raja Kerajaan Galuh pada 23 Maret 612 M. Kemudian berhasil berdaulat menjadi sebuah Negara baru, yang sebelumnya masih dalam bawahan Tarumanagara.

“Berangkat dari peristiwa tersebut, komunitas Galuh Sadulur dan kawargian Tatar Galuh bersepakat untuk melakukan gelaran Mieling Ngadeg Galuh setiap tanggal 23 Maret diambil dari momentum dinobatkannya Sang Wretikandayun menjadi Raja Pertama di Galuh,” ungkapnya.

Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan dan salah satu bentuk meneruskan spirit Galuh dalam benak putra Galuh (keturunan) dan masyarakat umumnya. Tentunya jadi sebuah spirit bagi generasi sekarang untuk tetap merawat semangat dalam bingkai budaya. (Ayu/CN/Djavatoday.com)

KPU Ciamis Lantik 135 PPK untuk Pilkada 2024, Sebanyak 70 Persen Wajah Lama

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- KPU Ciamis melantik 235 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas untuk Pilkada 2024. Pelantikan dilaksanakan di Aula STIKes Muhammadiyah Ciamis,...

Petani Gerba Ciamis Masih Pakai Kerbau untuk Bajak Sawah, Ini Alasannya

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Di era modern ini, para petani di Desa Gerba, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, masih memanfaatkan kerbau untuk membajak sawah. Bukannya tak...

Bedak Saripohatji, Kosmetik Legendaris di Ciamis yang Masih Bertahan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bedak Saripohatji merupakan kosmetik yang legendaris di Kabupaten Ciamis. Pabrik bedak yang dibuat oleh Marijah di tahun 1927 tersebut kini masih...

Dadan Khoerul Ma, Siswa SDN 3 Selacai Wakili Ciamis di O2SN Provinsi

Berita Ciamis (Djavatoday.com), Dadan Khoerul Ma, Siswa SDN 3 Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis menjadi juara 1 O2SN (olimpiade olahraga siswa nasional) cabang bulutangkis...
Kartu Anggota Perpus
Kartu Anggota Perpus
Daftar Perpus 1
Daftar Perpus 2

Terpopuler

Lainnya