Berita Banjar (Djavatoday.com),- Sebuah harapan besar pernah ditanamkan pada Tempat Pengolahan Sampah Minimasi Mandiri (TPS) Kamisama di Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar. Sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern, TPS ini diharapkan mampu menjadi solusi cerdas bagi permasalahan lingkungan, sekaligus model yang bisa ditiru wilayah lain. Namun, harapan itu kini diuji kenyataan.
Baru-baru ini, Forum RT dan RW dari Kelurahan Purwaharja menyampaikan kekecewaan mereka dalam sebuah audiensi. Mereka mengeluhkan keterlambatan layanan serta buruknya pengelolaan sampah yang terjadi di TPS Kamisama Banjar. Kondisi ini menimbulkan keresahan, mengingat sampah adalah persoalan mendasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar, Cecep Dani Sufyan, menyatakan akan segera mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kerja sama antara pengelola TPS Kamisama dan Pemerintah Kota Banjar.
“Sudah saatnya semua pihak yang terlibat duduk bersama. Kita terikat pada perjanjian, jadi perlu dilihat kembali apakah masing-masing pihak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, atau ada hambatan yang belum terselesaikan,” ujar Cecep pada Jumat (11/4/2025).
Ia menegaskan, masalah ini tidak bisa dianggap sepele. Pengelolaan sampah adalah urusan publik yang menyangkut kenyamanan dan kesehatan warga. Terlebih lagi, status TPS Kamisama sebagai proyek percontohan membuat persoalan ini menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam menangani isu lingkungan.
“Kalau memang proyek ini tidak berjalan sesuai harapan, kita harus berani mengevaluasi. Bisa jadi dilanjutkan, bisa juga perlu perombakan total,” tambahnya.
Tak hanya soal teknis pengelolaan, muncul pula persoalan lain yang ikut mencuat – yaitu retribusi yang belum disetorkan pihak TPS kepada Pemkot Banjar. Meski belum ada informasi resmi dari dinas terkait, Cecep menyebut bahwa hal ini harus diklarifikasi.
“Meskipun ada persoalan administratif, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan. Kita di Komisi III akan berkoordinasi dengan dinas dan pemerintah kota agar masalah ini segera mendapat titik terang,” tegasnya. (Diana/CN/Djavatoday)

