Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis tak hanya bergerak menangani persoalan hukum. Melalui program Jumat Berkah, personel Satreskrim juga turun langsung menemui warga yang membutuhkan perhatian.
Salah satunya keluarga balita di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, yang sebelumnya mendapat perhatian karena mengalami kekurangan gizi. Pada Jumat (28/8/2026), polisi mendatangi rumah keluarga tersebut sekaligus menyerahkan bantuan.
Bantuan yang diberikan berupa sembako, susu dan telur. Selain menyerahkan bantuan, personel Satreskrim juga mengecek kondisi balita dan berbincang dengan keluarga mengenai perkembangan kesehatannya.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono, S.H. mengatakan, kunjungan tersebut berawal dari informasi yang diterima jajarannya mengenai adanya balita dengan persoalan kekurangan gizi di wilayah Tambaksari.
Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan.
“Adanya informasi di lapangan bahwa di wilayah Tambaksari adanya informasi adanya kekurangan gizi. Ternyata setelah kami cek di lapangan, ternyata sudah baik,” ujar Carsono.
Meski kondisi balita dinilai sudah membaik, Satreskrim tetap memberikan bantuan untuk keluarga. Sembako, susu dan telur diserahkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami memberikan bantuan berupa sembako, dan susu, dan telur, tentunya hal yang berkaitan dengan sembako saja,” katanya.
Carsono mengatakan, kegiatan Jumat Berkah merupakan kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan Satreskrim Polres Ciamis. Sasaran bantuan ditentukan berdasarkan informasi mengenai kondisi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut, kata dia, juga menjadi bagian dari implementasi komitmen Kapolres Ciamis melalui konsep AB3, yakni Ada, Berpikir, Berbuat dan Bermanfaat.
“Melalui jajaran Satreskrim Polres Ciamis, kami berbuat dan insyaallah bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Kondisi Balita Terus Dipantau
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tambaksari H. Asep Wahyudin menjelaskan, kondisi balita tersebut sebenarnya sudah mendapat pemantauan sejak 2025.
Puskesmas melakukan sejumlah intervensi, termasuk pemberian makanan tambahan untuk membantu meningkatkan berat badan dan kondisi gizinya.
Memasuki 2026, balita berusia 3 tahun 6 bulan itu sempat masuk kategori gizi buruk karena berat badannya tidak mengalami peningkatan secara signifikan.
Puskesmas kemudian merujuk balita tersebut ke RSUD Ciamis untuk memastikan apakah terdapat penyakit yang menjadi penyebab kondisi tersebut.
“Kita lakukan terus intervensi dan juga kita lakukan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis dan sudah dilaksanakan. Hari Rabu kita datang ke Rumah Sakit Ciamis, sudah diperiksa oleh dokter spesialis anak, dan alhamdulillah tidak ada penyakit penyerta, tidak ada indikasi untuk dirawat,” jelas Asep.
Saat pertama kali mendapat perhatian, berat badan balita tersebut sekitar 9,6 kilogram. Setelah mendapatkan intervensi dan pemantauan, berat badannya kini naik menjadi 10 kilogram.
Meski demikian, berat badan ideal untuk anak seusianya masih berada di kisaran 11 hingga 12 kilogram.
Asep memastikan kondisi balita secara umum cukup baik. Anak tersebut masih aktif, rutin mengikuti kegiatan Posyandu dan memiliki riwayat imunisasi yang normal.
Hasil pemeriksaan dokter spesialis anak di RSUD Ciamis juga tidak menemukan penyakit penyerta.
“Untuk yang sekarang enggak. Ini masuk ke itu saja, kurang gizi. Karena memang tidak ada kenaikan berat badan. Kurang berat badannya seperti itu. Padahal kondisi anaknya secara umum memang sehat. Tidak ada riwayat penyakit dan tidak ada keluhan,” katanya.
Sementara itu, Susilawati, ibu balita, mengapresiasi perhatian yang diberikan kepolisian kepada keluarganya.
Ia mengatakan anaknya mendapatkan ASI sejak lahir dan pola makan berjalan normal. Selama ini, anaknya juga tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Tidak ada riwayat sakit, hanya kurang berat badan saja,” kata Susilawati.
Bagi Satreskrim Polres Ciamis, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan polisi di tengah masyarakat dalam berbagai situasi.
Carsono berharap kegiatan sosial seperti Jumat Berkah dapat terus memberikan manfaat bagi warga. Menurutnya, tugas polisi tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan sosial yang ada di lingkungan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan, bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan hukum, tetapi juga ketika membutuhkan perhatian dan kepedulian,” pungkasnya.
Melalui Jumat Berkah, Satreskrim Polres Ciamis mencoba menjaga kedekatan dengan masyarakat. Kali ini, langkah polisi bukan untuk mengejar pelaku kejahatan, melainkan mendatangi keluarga yang membutuhkan dukungan.
Dari sebuah rumah di Tambaksari, kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk sederhana: sembako, susu dan telur. (Ayu/CN/Djavatoday)

