Berita Banjar (Djavatoday.com),- Proyek pemasangan pipa milik salah satu BUMN di Jalan Kapten Jamhur, Kota Banjar, menuai keluhan dari warga setempat. Pasalnya, bekas galian pipa proyek yang terletak persis di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjar itu belum diperbaiki dan justru menimbulkan berbagai persoalan.
Warga mengaku, alih-alih memberikan manfaat, proyek tersebut malah menyisakan kerusakan yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan mereka. Mulai dari banjir lumpur saat hujan, hingga kondisi jalanan yang licin dan membahayakan pengguna jalan.
Salah seorang warga, Cacu, mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyebut setiap kali hujan deras, rumahnya kerap tergenang lumpur akibat aliran air yang tidak lancar. “Setiap hujan besar, air bercampur lumpur masuk ke rumah. Kami harus membersihkannya berkali-kali, sangat melelahkan,” ujarnya, Minggu (6/4/2025).
Tak hanya menyebabkan banjir, bekas galian pipa yang dipenuhi tanah merah juga menimbulkan risiko kecelakaan. Jalan menjadi licin saat basah, sehingga para pengendara roda dua sering kali terjatuh. “Hujan sedikit saja, jalan ini seperti arena lumpur. Sudah banyak yang jatuh tergelincir,” tambahnya.
Cacu, yang juga menjalankan usaha rumahan, mengaku bisnisnya ikut terdampak. Genangan air kerap masuk ke tempat usahanya dan mengganggu aktivitas jual-beli. “Kerugiannya sudah tidak bisa dihitung. Kami butuh solusi secepatnya,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh pihak instansi pemerintah. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjar, Rohendi, menyampaikan bahwa lingkungan kantor mereka juga kerap tergenang lumpur saat hujan. “Ini sangat mengganggu operasional kantor. Kami berharap ada penanganan segera sebelum situasi makin memburuk,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Genster selaku pengawas proyek dari pihak Pertamina menyatakan bahwa proses pemasangan pipa sebenarnya telah selesai. Namun, ia menambahkan bahwa perbaikan pasca-proyek bukan menjadi tanggung jawab langsung timnya. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar pemulihan area bekas galian segera dilakukan,” katanya. (Diana/CN/Djavatoday)

