Minggu, Oktober 17, 2021

Curug Cigangsa Sukabumi, Pesona Air Terjun Berundak Akibat Gempa

Curug Cigangsa Sukabumi merupakan salah satu destinasi wisata alam berupa curug atau air terjun yang memiliki keunikan tersendiri. Curug ini terletak di Sukabumi, Jawa Barat dan terletak di kawasan wisata curug lainnya seperti Curug Cikaso. Panorama air terjun Curug Cigangsa yang berundak-undak agaknya sulit ditemukan di daerah lain. Oleh karena itu, banyak wisatawan terutama anak muda yang mengunjungi tempat ini untuk berswafoto sekaligus healing.

Curug Cigangsa juga dikenal memiliki mitos yang dipercayai oleh warga sekitar. Dibalik keindahan alam memang selalu terdapat kisah tersembunyi yang seolah menjaga keindahannya. Penasaran seperti apa pesona dan mitos dari curug ini? Yuk, simak artikel ini selengkapnya.

Sekilas Tentang Curug Cigangsa Sukabumi

Baca juga:

Selain dikenal dengan nama Curug Cigangsa Sukabumi, curug ini juga dikenal dengan nama Curug Luhur. Nama “Cigangsa” diambil dari nama Eyang Gangsa. Uniknya curug ini tidak terletak di tengah hutan lebat, tetapi terletak di antara luasnya persawahan. Bahkan airnya dipakai juga untuk irigasi. 

Curug ini menyuguhkan keunikan karena bentuknya yang berundak-undak. Hal tersebut disebabkan karena adanya gempa bumi sehingga dinding batu tersebut longsor. Ada tiga undakan besar dengan dinding yang berlapis-lapis juga, lho. Di bawahnya terdapat kolam kecil dan diikuti satu undakan lagi.

Daya Tarik Curug Cigangsa

Dinding yang menjadi landasan air terjun Curug Cigangsa Sukabumi ini berundak-undak dan berlapis-lapis. Dinding batunya berwarna hitam yang menjadikannya kontras dengan jernihnya air sehingga terciptalah panorama eksotis. Di bawah undakan air terjun terdapat kolan dan batuan datar yang biasanya dijadikan tempat berswafoto karena angel yang pas. Selain bisa menikmati pesona air terjun dari bawah, wisatawan juga bisa lho menikmati keindahannya dari atas.

Bagian atas air terjun terdapat seperti sungai dengan bebatuan yang mendominasi. Disisi kanan dan kirinya terhampar hijaunya sawah. Ini tentu menjadi pemandangan yang indah dan menciptakan suasana sejuk. Berfoto dari ketinggian juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Debit air pada Curug Cigangsa Sukabumi ini tergantung pada musim. Jika kemarau, debit airnya cenderung kecil bahkan bisa sampai kering. Namun, saat musim hujan debit airnya deras dan terlihat lebih eksotis. Anda bisa bermain air sepuasnya sembari menikmati panorama sekitar.

Cerita Mitos Curug Cigangsa

Curug Cigangsa tak hanya menyimpan keindahan dan pesonanya saja, tetapi memiliki cerita mitos yang dipercayai warga setempat. Di sekitaran air terjun terdapat bebatuan besar yang dinamakan Batu Masigit atau yang berarti Batu Masjid. Dinamakan batu Masigit karena bentuknya seperti kubah Masjid. Batu ini dipercaya memiliki kekuatan yang sakral sehingga terdapat larangan ketika Anda ingin mengunjungi Curug ini. Setiap pengunjung dilarang mencemari alam dan dilarang berkata kasar atau berkata ‘kotor’.

Terlepas dari cerita mitos ini, para wisatawan tetap menikmati panorama langka air terjun ini. Curug ini memang terbilang masih sepi pengunjung sehingga cocok bagi Anda yang ingin healing atau menghilangkan penat.

Fasilitas

Fasilitas di Curug Cigangsa Sukabumi sudah mulai lengkap. Terdapat tempat parkir, musholla, dan toilet umum. Adapun jam operasional dibuka setiap hari selama 24 jam.

Lokasi dan Akses Jalan

Curug berundak ini berada di Kelurahan Pasiripis, Kecamatan Surade, Sukabumi, Jawa Barat 43179. Letaknya dekat dengan Curug Cikaso, sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Setelah sampai di tempat parkir sekitar rumah warga, Anda harus berjalan kaki melewati perkebunan dan persawahan. 

Setelah sampai, Anda harus menuruni tebing untuk ke bawah air terjunnya. Berhati-hatilah karena jalan setapaknya sedikit licin. 

Nah, itulah pesona eksotis destinasi wisata Curug Cigangsa Sukabumi. Jika Anda ingin berkunjung sebaiknya banyak bertanya kepada warga sekitar karena masih minim petunjuk jalan. Jangan lupa untuk menjaga keasrian alamnya, ya. Tetaplah patuhi protokol kesehatan juga.

(Rismawati/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU