Setiap tanggal 5 September, dunia memperingati Hari Amal Internasional atau International Day of Charity. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa membantu sesama tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk besar.
Sumbangan uang, waktu, tenaga hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial sama-sama dapat menjadi bagian dari aksi amal. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk kembali melihat pentingnya kepedulian dan solidaritas terhadap mereka yang membutuhkan.
Hari Amal Internasional ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong masyarakat, organisasi nonpemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar terlibat dalam kegiatan sukarela serta filantropi.
Kapan Hari Amal Internasional Diperingati?
Hari Amal Internasional diperingati setiap 5 September. Tanggal tersebut tercantum dalam daftar hari internasional PBB dan ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/67/105.
Jika melihat kalender 2026, Hari Amal Internasional jatuh pada Sabtu, 5 September 2026.
Penetapan tanggal tersebut bukan tanpa alasan. PBB memilih 5 September untuk mengenang wafatnya Bunda Teresa, tokoh kemanusiaan yang dikenal luas karena pengabdiannya kepada masyarakat miskin dan kelompok rentan.
Bunda Teresa meninggal dunia pada 5 September 1997 dalam usia 87 tahun. Sebelumnya, ia menerima Nobel Perdamaian pada 1979 atas kiprahnya dalam perjuangan mengatasi kemiskinan dan penderitaan.
Sejarah Hari Amal Internasional
Hari Amal Internasional secara resmi ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 17 Desember 2012. Keputusan tersebut tertuang dalam Resolusi 67/105.
Dalam resolusi tersebut, PBB mengakui peran kegiatan amal dalam membantu mengurangi krisis kemanusiaan dan penderitaan manusia. Amal juga dinilai dapat membantu membangun dialog, solidaritas serta saling pengertian di antara masyarakat dari berbagai latar belakang.
Peringatan pertama Hari Amal Internasional berlangsung pada 5 September 2013.
Sejak saat itu, tanggal 5 September menjadi momentum tahunan untuk mengingatkan masyarakat bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai cara.
Mengapa Hari Amal Internasional Penting?
Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan amal terkadang identik dengan memberikan uang atau barang kepada orang yang membutuhkan. Padahal, maknanya jauh lebih luas.
Seseorang dapat melakukan kegiatan amal dengan menjadi sukarelawan, membantu tetangga, mendonasikan barang yang masih layak digunakan atau ikut mendukung kegiatan kemanusiaan.
PBB juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan perubahan. Keterlibatan warga dapat membantu meningkatkan kesadaran terhadap berbagai persoalan, membangun kepercayaan antarkelompok serta memperkuat ketahanan masyarakat melalui aksi bersama.
Dengan kata lain, satu tindakan kecil yang dilakukan secara tulus tetap memiliki arti.
Hari Amal Internasional dan Solidaritas Kemanusiaan
Persoalan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Bencana alam, kemiskinan, konflik dan berbagai kondisi darurat dapat membuat seseorang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar.
Dalam situasi seperti itu, organisasi amal dan para relawan memiliki peran penting untuk membantu masyarakat terdampak.
PBB menempatkan kegiatan amal dan filantropi sebagai salah satu bagian yang dapat mendukung upaya pembangunan berkelanjutan. Sektor swasta, organisasi masyarakat sipil dan lembaga filantropi juga dapat berkontribusi dalam membantu pencapaian berbagai tujuan pembangunan.
Karena itu, Hari Amal Internasional bukan sekadar peringatan di kalender. Momentum ini menjadi ajakan untuk membangun budaya saling membantu.
Cara Memperingati Hari Amal Internasional
Ada banyak cara sederhana untuk memperingati Hari Amal Internasional. Tidak semuanya membutuhkan biaya besar.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
Menyumbangkan sebagian rezeki kepada lembaga atau orang yang membutuhkan.
Menyumbangkan pakaian dan barang layak pakai yang sudah tidak digunakan.
Menjadi relawan dalam kegiatan sosial atau kemanusiaan.
Membantu orang di sekitar, mulai dari keluarga, tetangga hingga lingkungan masyarakat.
Menyebarkan informasi positif mengenai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Mengajak orang lain untuk berbagi sesuai kemampuan masing-masing.
Yang terpenting bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan ketulusan dan manfaat yang bisa dirasakan oleh penerimanya.
Bukan Hanya Tentang Memberi
Pada akhirnya, Hari Amal Internasional mengingatkan bahwa kepedulian terhadap sesama bisa dimulai dari lingkungan paling dekat.
Membantu seseorang yang sedang kesulitan, meluangkan waktu untuk menjadi relawan atau berbagi sebagian yang dimiliki merupakan bentuk sederhana dari solidaritas.
Peringatan setiap 5 September ini juga mengajak masyarakat untuk melihat kegiatan amal bukan sekadar aktivitas memberi bantuan. Lebih dari itu, amal dapat menjadi sarana membangun rasa kemanusiaan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Hari Amal Internasional 2026 pun bisa menjadi momentum untuk memulai dari hal kecil. Sebab, kebaikan yang sederhana sekalipun dapat menjadi berarti ketika dilakukan bersama-sama dan memberikan manfaat bagi orang lain. (Ayu/CN/Djavatoday)

