Mubes Balad Galuh, Ghozin Kembali Pimpin Suporter PSGC hingga 2031

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Musyawarah Besar (Mubes) Balad Galuh di Aula KONI Ciamis, Sabtu (5/9/2026), menetapkan Dian Sholeh alias Ghozin kembali sebagai Ketua Umum Balad Galuh periode 2026-2031.

Ghozin menjadi calon tunggal dalam Mubes tersebut dan terpilih secara aklamasi setelah menyampaikan visi dan misinya di hadapan anggota.

Bagi Ghozin, terpilih kembali bukan sekadar melanjutkan kepengurusan. Ia menyebut masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, salah satunya memperbesar basis suporter PSGC Ciamis.

“Masih banyak PR yang harus dibereskan, terutama dalam pembesaran suporter,” kata Ghozin seusai Mubes.

Ia ingin Balad Galuh tetap menjadi kelompok suporter yang solid dan menjunjung sportivitas. Dukungan kepada PSGC, menurutnya, tidak harus membuat hubungan dengan suporter klub lain menjadi renggang.

“Kita hadir untuk mendukung tim kebanggaan selama dua kali 45 menit di dalam stadion. Selebihnya kita adalah keluarga dengan suporter manapun,” ujarnya.

Ghozin Ingatkan Sejarah Balad Galuh

Dalam Mubes tersebut, Ghozin juga mengingatkan anggota agar tidak melupakan sejarah berdirinya Balad Galuh.

Sejumlah tokoh yang disebut sebagai perintis organisasi turut hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Antik, yang kini menjabat Ketua PWI Ciamis, serta Eko dan Deni.

Menurut Ghozin, keberadaan Balad Galuh saat ini tidak lepas dari peran orang-orang yang lebih dulu membangun organisasi.

“Jangan melupakan sesuatu. Mereka yang melahirkan organisasi ini,” katanya.

Ia menilai menghormati para pendahulu bukan semata-mata persoalan senioritas, tetapi bagian dari etika dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

Di bawah kepengurusan baru, Balad Galuh juga berencana memperluas basis suporter dengan membentuk sejumlah koordinator wilayah (korwil).

Beberapa wilayah yang menjadi sasaran pembentukan korwil baru di antaranya Pamarican dan Baregbeg. Selain itu, terdapat rencana membentuk Korwil Santri yang diproyeksikan berasal dari Bayasari.

Balad Galuh menetapkan minimal 20 anggota sebagai syarat pembentukan sebuah korwil.

Sebelumnya, organisasi tersebut mencatat sedikitnya 1.250 kartu tanda anggota (KTA) sebelum dilakukan proses pemutihan.

Basis Balad Galuh juga tidak hanya berada di Kabupaten Ciamis. Kelompok suporter tersebut telah memiliki basis di luar daerah, seperti Bandung Motherland dan Korwil Jabodetabek.

Tetap Independen

Di tengah rencana memperbesar organisasi, Ghozin memastikan Balad Galuh akan tetap mempertahankan sikap independen.

Ia mengatakan Balad Galuh tidak ingin bergantung pada pemerintah daerah maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Menurutnya, pernah ada tawaran agar organisasi masuk ke dalam wadah tertentu untuk mendapatkan bantuan. Namun, Balad Galuh memilih tetap berdiri secara mandiri.

“Bukan kita tidak butuh. Tetapi kebersamaan kita juga bisa berjalan tanpa itu,” ujarnya.

Sikap independen tersebut, kata Ghozin, menjadi salah satu prinsip yang akan dipertahankan dalam kepengurusan lima tahun ke depan.

Selain mendukung PSGC dari tribun, Balad Galuh juga akan tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap tim. Kritik terhadap performa PSGC dinilai menjadi bagian dari dukungan selama disampaikan dengan tujuan membangun.

“Kritik itu untuk membangun. Itu kewajiban kita mengawal PSGC,” kata Ghozin.

Ia mengakui jumlah suporter Balad Galuh saat ini belum sebesar kelompok suporter di sejumlah daerah lain. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan ambisinya.

“Suporter ini masih kecil, tapi mimpi kita sangat besar,” ujarnya.

Manajemen PSGC Minta Suporter Tetap Santun

Perwakilan manajemen PSGC Ciamis, Ayi Daud, turut hadir dalam Mubes Balad Galuh. Ia menyampaikan permohonan maaf karena CEO PSGC Ciamis sekaligus Bupati Ciamis Herdiat Sunarya tidak dapat hadir.

Sejumlah pengurus PSGC juga tidak hadir karena tim sedang menjalani agenda lain. Pada hari yang sama, PSGC melakoni laga uji coba melawan Persiba Balikpapan di Boyolali.

Ayi menilai hubungan PSGC dengan Balad Galuh selama ini berjalan dengan baik. Ia juga menganggap kritik dari suporter sebagai bagian dari dinamika sepak bola.

Namun, ia berharap kritik tersebut tetap disampaikan secara wajar dan tidak berujung pada tindakan anarkis.

“Selama ini teman-teman Balad Galuh memberikan saran, kritik, evaluasi masih dalam tahap yang sangat wajar, tidak dengan adanya anarkis dan perusakan,” ujarnya.

Menurut Ayi, sikap tersebut semakin penting karena PSGC akan kembali tampil di Liga 2. Kompetisi musim ini dinilai memiliki standar yang berbeda dibandingkan saat PSGC terakhir bermain di Liga 2 pada 2019.

Perubahan itu mencakup berbagai aspek, mulai dari penyelenggaraan pertandingan, stadion, pemain, media hingga suporter.

Salah satu aturan yang kembali diterapkan adalah kesempatan bagi suporter untuk mendukung timnya saat menjalani pertandingan tandang.

Ayi menjelaskan suporter yang ingin membeli tiket pertandingan away harus melakukan registrasi melalui Sobat Liga. Sementara tim tuan rumah wajib menyediakan sekitar 5-8 persen kapasitas stadion untuk suporter tim tamu.

Dengan kapasitas stadion sekitar 12 ribu penonton, PSGC diperkirakan dapat menyediakan hingga sekitar 700 tiket bagi suporter tim lawan. Jumlah tersebut masih dapat disesuaikan melalui komunikasi antara panitia dengan kelompok suporter tamu.

PSGC Bersiap Hadapi Liga 2

PSGC dijadwalkan menjalani pertandingan kompetitif pertama pada 12 September 2026 dengan menghadapi Persikad Depok di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Ayi berharap persiapan tim terus membaik setelah dua laga uji coba terakhir belum memberikan hasil sesuai harapan.

Dukungan suporter, menurutnya, tetap dibutuhkan untuk menjaga semangat pemain sekaligus memberikan masukan ketika tim membutuhkan evaluasi.

Ghozin pun berharap PSGC mampu menunjukkan perkembangan saat kompetisi resmi dimulai. Ia ingin PSGC tidak hanya mengandalkan sejarah, tetapi juga memiliki permainan yang membuat lawan segan.

“Kekalahan dalam beberapa kali uji coba mudah-mudahan bisa dijadikan bahan evaluasi agar lebih baik,” katanya.

Setelah Mubes berakhir, Balad Galuh kini memiliki sejumlah pekerjaan di depan mata. Selain memperbesar basis dan membentuk korwil baru, kelompok suporter tersebut harus bersiap mengawal perjalanan PSGC di Liga 2.

Lima tahun ke depan akan menjadi periode baru bagi Ghozin dan Balad Galuh untuk memperkuat organisasi tanpa meninggalkan identitasnya sebagai suporter yang loyal, kritis, independen, dan tetap menjunjung sportivitas. (Ayu/CN/Djavatoday)

Kekeringan Melanda Sandingtaman Ciamis, 70 KK dan 280 Jiwa Terdampak

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Salah satunya terjadi di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu,...

Polres Ciamis Edukasi Pelajar SD tentang Bahaya Bullying

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Polres Ciamis melalui Satuan Binmas terus melakukan pendekatan preventif kepada kalangan pelajar. Kali ini, polisi memberikan edukasi tentang bahaya bullying kepada...

DWP Diskominfo Ciamis Edukasi Anak tentang Bijak Menggunakan Gawai

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Penggunaan gawai sejak usia dini menjadi perhatian tersendiri bagi orang tua. Tak sedikit anak yang sulit beranjak dari layar ponsel dan...

Pemkab Ciamis Sosialisasikan Superdesa V2, Layanan Desa Bakal Terintegrasi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai memperkuat digitalisasi pelayanan pemerintahan desa melalui pengembangan aplikasi Superdesa Versi 2 (V2). Aplikasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi...

Terbaru