Warga Pangandaran Soroti Pendapatan Pajak Hotel dan Restoran Selama Libur Lebaran

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Libur panjang Idulfitri 1446 H membawa lonjakan aktivitas pariwisata di Pangandaran. Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pendapatan dari pajak hotel dan restoran sebesar Rp1,5 miliar. Sementara itu, retribusi dari objek wisata mencapai Rp7,5 miliar. Perbedaan mencolok antara dua angka ini memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama di media sosial.

Kepala Bapenda Pangandaran, Sarlan, menekankan bahwa angka Rp1,5 miliar tersebut masih bersifat sementara karena merupakan hasil dari monitoring awal.

“Biasanya hasil awal monitoring belum mencerminkan realisasi sesungguhnya. Jadi, ini belum final,” ujarnya.

Sarlan juga menjelaskan potensi penerimaan pajak yang bisa diperoleh dengan memperhitungkan jumlah kamar hotel yang ada di Pangandaran, yakni sebanyak 4.415 kamar dengan rata-rata tarif menginap sebesar Rp500 ribu per malam. Berdasarkan estimasi tersebut, potensi pendapatan pajak bisa mencapai Rp1,7 miliar. Namun, dari sekitar 422 ribu wisatawan yang datang selama libur Lebaran, hanya sekitar 100 ribu yang diperkirakan menginap, mengingat keterbatasan kapasitas kamar.

Perbedaan data ini menarik perhatian publik. Salah satu warganet melalui akun Facebook @Solihin Tea secara terbuka mempertanyakan validitas data tersebut dan menyarankan audit oleh pihak inspektorat.

“Pajak hotel dan restoran Rp1,5 miliar? Harus diaudit dengan tujuan tertentu oleh inspektorat. Bentuk tim gabungan. Apakah realistis?” tulisnya dalam unggahan yang mendapat banyak respons.

Menanggapi hal ini, Bapenda menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan sistem pemantauan dan pelaporan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pariwisata. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas dalam upaya optimalisasi penerimaan daerah.

Perbedaan signifikan antara pendapatan pajak dan retribusi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan sektor pariwisata. Masyarakat berharap pemerintah daerah mampu memberikan penjelasan yang jelas serta meningkatkan kinerja dalam pengawasan dan pemungutan pajak. Pangandaran, sebagai destinasi unggulan, kini menjadi pusat perhatian untuk membuktikan konsistensi antara data dan kenyataan di lapangan. (Diana/CN/Djavatoday)

Ada di 93 Desa, Pangandaran Dukung Program 80.000 Koperasi Merah Putih

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional 80.000 Koperasi Merah Putih yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program...

Nelayan, TNI, Polri, dan Pelaku Usaha Kompak Bersihkan Pantai Timur Pangandaran

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Kolaborasi lintas sektor mewarnai kegiatan bersih-bersih pantai yang digelar di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Minggu (20/7/2025). Aksi ini melibatkan nelayan lokal,...

Food Court 33, Magnet Baru Kuliner Pangandaran: Lezatnya Menu, Harunya Perjuangan

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Di tengah geliat wisata dan kuliner Pangandaran, sebuah food court baru mencuri perhatian yaitu Food Court 33. Terletak strategis di depan...

WALHI Soroti Proyek Keramba Jaring Apung di Pangandaran, Dituding Abaikan Lingkungan dan Warga

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat menyoroti proyek pemasangan keramba jaring apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran yang dinilai bermasalah...

Terbaru