Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Di tengah geliat wisata dan kuliner Pangandaran, sebuah food court baru mencuri perhatian yaitu Food Court 33. Terletak strategis di depan Grand Pangandaran, destinasi ini tak hanya menggoda lidah tapi juga menawarkan kisah inspiratif di balik kepopulerannya.
Di balik suksesnya Food Court 33, berdiri sosok pejuang kuliner, Ari Sardi. Usai lapaknya tergusur dari Pasar Wisata, Ari sempat bingung menentukan langkah. Berkat dukungan sahabat dan tekad pantang menyerah, ia memulai ulang dari nol.
“Awalnya saya bingung harus mulai dari mana. Tapi berkat dukungan teman-teman, saya bisa bangkit. Alhamdulillah sekarang ramai sekali,” ujar Ari, Selasa (15/7/2025).
Kini, Food Court 33 ramai dikunjungi wisatawan dan warga lokal yang memburu jajanan khas seperti bakso, seblak, nasi tutug oncom, batagor, lengko, soto, hingga es kopi kekinian. Semuanya dengan harga terjangkau dan rasa yang tak main-main.
Tiga menu favorit versi pengunjung yaitu Bakso, es teller, dan seblak semuanya dibuat oleh tangan-tangan ahli dan beberapa sempat viral di media sosial.
Tak cuma soal rasa, suasana Food Court 33 juga jadi daya tarik tersendiri. View menarik dan tempat duduk nyaman bikin pengunjung betah berlama-lama nongkrong bareng keluarga dan teman.
“Tempatnya nyaman, view-nya bagus, dan suasananya cocok buat santai,” tambah Ari.
Salah satu makanan yang mencuri perhatian adalah Hous Steak, milik Siti Mungil. Ia menyajikan menu variatif mulai dari steak ayam dan sapi, sop iga, hingga spaghetti dan dimsum. Minuman unik seperti reach markisa juga jadi favorit karena diklaim menurunkan kolesterol.
“Bakso tulang rusuk dan tetelan juga laris. Harga mulai Rp15 ribu sampai Rp65 ribu,” jelas Siti.
Kisah Siti tak kalah menginspirasi. Usahanya terdahulu di Kampung Turis harus tutup akibat kebakaran. Namun semangatnya tak padam. Kini, ia ikut menggairahkan Food Court 33.
“Sambil menunggu renovasi lapak lama, saya buka usaha di sini. Dan ternyata pengunjungnya ramai terus,” ujarnya. (Diana/CN/Djavatoday)

