Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Kolaborasi lintas sektor mewarnai kegiatan bersih-bersih pantai yang digelar di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Minggu (20/7/2025). Aksi ini melibatkan nelayan lokal, aparat TNI-Polri, serta pelaku usaha budidaya lobster, dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.
Kegiatan dimulai dari area parkir perahu nelayan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam hingga ke sekitar air mancur. Sepanjang ratusan meter garis pantai dibersihkan dari sampah plastik dan limbah lainnya yang mencemari area wisata. Seluruh hasil pembersihan kemudian diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan menggunakan truk pengangkut sampah.
“Kalau pantai kotor, yang rugi kita sendiri sebagai nelayan. Jadi sudah seharusnya kita jaga bersama-sama,” ujar Saprijal (40), salah satu nelayan peserta kegiatan.
Senada dengan itu, Uka, nelayan lainnya, menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat akan kebersihan kawasan wisata.
“Ini kan kawasan wisata, harusnya bersih dan nyaman untuk dikunjungi. Kalau kotor, wisatawan enggan datang,” katanya.
Aksi bersih-bersih pantai ini juga dibarengi dengan kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada warga pesisir yang ikut berpartisipasi. Bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan mereka.
Feri Nafy, seorang pengusaha budidaya lobster sekaligus penggagas kegiatan, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga alam dan solidaritas sosial.
“Kami ingin menumbuhkan semangat peduli, baik terhadap lingkungan maupun terhadap sesama. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan melibatkan lebih banyak pihak,” ujar Feri.
Aksi gotong royong tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara masyarakat, aparat, dan sektor usaha dalam menjaga kawasan wisata unggulan di Pangandaran. (Diana/CN/Djavatoday)

