Reaktivasi Jalur Kereta Banjar–Pangandaran: Dorongan Baru bagi Pariwisata dan Ekonomi

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar–Cijulang yang melintasi kawasan Pangandaran kembali mencuat ke permukaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Pusat tengah mengintensifkan pembahasan proyek ini, meskipun sejumlah tantangan masih membayangi proses realisasinya.

Dengan estimasi anggaran mencapai Rp3,7 triliun, proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur rel, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial di wilayah terdampak. Hingga kini, proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar belum digelar, memunculkan pertanyaan terkait kesiapan pelaksanaan di lapangan.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung inisiatif ini. Ia menilai reaktivasi jalur tersebut akan membuka peluang besar, terutama bagi sektor pariwisata.

“Pemandangan alam di sepanjang jalur sangat potensial untuk menarik wisatawan. Kehadiran kereta akan meningkatkan mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Kuswardoyo, Kamis (24/4/2025).

Tak hanya soal ekonomi, jalur Banjar–Cijulang juga menyimpan nilai historis. Rel yang pernah digunakan pada masa kolonial Belanda ini menjadi bagian dari warisan budaya yang kini berpeluang untuk dihidupkan kembali.

Tim gabungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan, serta Bappeda Kabupaten Pangandaran telah melakukan peninjauan lokasi. Mereka mengidentifikasi sejumlah tantangan, salah satunya adalah bangunan warga yang berdiri di atas atau di dekat trase rel lama.

Sosialisasi Reaktivasi Jalur Kereta

Sekretaris Bappeda Pangandaran, Asep Suhendar, menyebutkan pendekatan persuasif akan menjadi kunci. “Kami akan memfasilitasi sosialisasi kepada warga, agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan gejolak. Meski banyak yang telah memiliki kontrak dengan KAI, komunikasi tetap harus dikedepankan,” jelasnya.

Pendataan ulang terhadap bangunan yang terkena dampak pun tengah disiapkan. Langkah ini dinilai penting untuk merancang strategi penataan kawasan secara lebih matang.

Jalur Banjar–Cijulang sendiri telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021, sebagai bagian dari program percepatan pembangunan wilayah Rebana dan Jawa Barat Selatan hingga 2030. Pemerintah berharap, dengan kolaborasi lintas sektor, reaktivasi ini bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional.

Saat ini, layanan transportasi di jalur tersebut masih mengandalkan angkutan darat seperti bus DAMRI. Namun, kehadiran kembali kereta api diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di selatan Jawa Barat. (Diana/CN/Djavatoday)

Aquarium Indonesia Pangandaran, Destinasi Libur Sekolah Seru Sambil Belajar Dunia Bawah Laut

Libur sekolah selalu menjadi momen yang ditunggu anak-anak. Di tengah waktu senggang itu, orang tua biasanya mulai mencari tempat wisata yang tak hanya menyenangkan,...

Menikmati Senja di Pantai Pangandaran Saat Momen Libur Sekolah

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Pantai Pangandaran masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk menghabiskan momen libur sekolah. Saat sore mulai turun pada Jumat (3/7/2026),...

Libur Panjang Mei, Puluhan Ribu Wisatawan Padati Objek Wisata Pangandaran

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Libur panjang akhir pekan bertepatan dengan momentum Kenaikan Isa Almasih 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Ribuan wisatawan...

Ada di 93 Desa, Pangandaran Dukung Program 80.000 Koperasi Merah Putih

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional 80.000 Koperasi Merah Putih yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program...

Terbaru