Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana tenang di Pondok Inabah 5 Putra Yayasan Pesantren Suryalaya, Dusun Warudoyong, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah panik, Jumat (29/5/2026) sore. Kebakaran melanda lantai dua pondok dan menghanguskan sebagian besar area bangunan.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Laporan pertama diterima petugas sekitar pukul 16.03 WIB dari seorang relawan Tagana bernama Anjar.
“Petugas menerima laporan adanya kebakaran di Pondok Pesantren Inabah 5 Putra sekitar pukul 16.03 WIB. Tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Budi Rahmat.
Menurutnya, api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.50 WIB. Saat itu muncul asap hitam pekat disertai kobaran api dari salah satu bagian bangunan pondok.
“Api awalnya terlihat dari lantai bawah lalu dengan cepat merambat ke lantai atas. Karena lokasi berada di lingkungan padat penduduk, warga khawatir api menjalar ke rumah sekitar,” katanya.
Petugas Damkar Ciamis tiba di lokasi sekitar pukul 16.36 WIB dengan mengerahkan tiga unit mobil pancar dan 11 personel. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api semakin meluas.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.34 WIB dan tidak sampai merembet ke bangunan warga lainnya,” ungkap Budi.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan pondok permanen dua lantai berukuran 12 x 16 meter milik Yayasan Pesantren Inabah 5 Putra yang dikelola Haji Bobon Setiaji Bustom (65).
Budi menyebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian kebakaran tersebut. Namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta. Dugaan sementara api berasal dari salah satu kamar di dalam pondok.
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Budi mengatakan, proses penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Damkar Ciamis, Bhabinkamtibmas Polsek Panumbangan, Babinsa Koramil Panumbangan, PLN, Tagana serta masyarakat sekitar. (Ayu/CN/Djavatoday)

