Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Suasana libur Lebaran di Pantai Barat Pangandaran mendadak dilingkupi duka setelah dua wisatawan dilaporkan hilang akibat terseret ombak. Setelah upaya pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad kedua korban.
Korban pertama, Suhendar, warga Babakan, Bandung, dilaporkan tenggelam pada Selasa, 1 April 2025 di sekitar Pos 4. Keesokan harinya, tragedi serupa menimpa Dede Sulaiman (15), remaja asal Garut, yang terseret ombak di Pos 5 saat sedang menikmati suasana pantai.
Tim SAR yang terdiri dari personel TNI AL, Kepolisian Perairan, Basarnas, Balawista, hingga nelayan lokal, bekerja tanpa lelah menyisir perairan. Pada Jumat pagi (4/4/2025), jasad Dede ditemukan sekitar satu mil dari bibir pantai, dalam kondisi mengenaskan. Sebelumnya, jenazah Suhendar juga telah berhasil dievakuasi.
“Alhamdulillah, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan. Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto.
Ketua Tim SAR Barakuda, Sakio Andrianto, menjelaskan bahwa lokasi penemuan kedua korban berbeda, mencerminkan kerasnya medan pencarian dan derasnya arus laut di kawasan tersebut.
Peristiwa wisatawan terseret ombak ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan saat berwisata di kawasan pantai. AKBP Mujianto mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak mengabaikan imbauan petugas, serta tetap berada dalam area aman yang telah ditentukan.
Saat ini, Tim SAR Gabungan masih siaga penuh untuk mengawal keselamatan pengunjung selama masa libur panjang. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan di Pangandaran, kewaspadaan dan kedisiplinan menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. (Diana/CN/Djavatoday)

