Revisi RUU Pemilu, Partai Demokrat: Belajar Dari Pemilu 2019

Berita Nasional (Djavatoday.com),- Partai Demokrat berharap dalam menyetujui atau menolak pembahasan revisi RUU Pemilu tujuannya untuk memperbaiki tata kelola dan kualitas pemilu di Indonesia.

Jovan Latuconsina, Wakil Sekjen Partai Demokrat, menilai desain Pilkada 2024 hanya memfasilitasi kepentingan partai penguasa. Argumen pemerintah tentang Pilkada 2022 dan 2023 tidak konsisten dengan sikap pemerintah ketika memaksakan Pilkada 2020.

Partai Demokrat hingga kini konsisten bersama rakyat agar Pilkada 2022 dan 2023 dilaksanakan. Hal itu sesuai dengan aspirasi masyarakat, elemen masyarakat sipil, akademis, penggiat Pemilu dan pihak lainnya.

“Kami berharap pemerintah dan parpol mengambil pelajaran dalam Pemilu 2019. Pemilu yang rumit dan kompleks menjadi beban berat bagi penyelenggara. Ada korban nyawa mencapai 894 orang. Ditambah menguatnya polarisasi, pragmatis dan maraknya politik identitas,” ungkapnya.

Wakil Sekjen Partai Demokrat melihat partai penguasa berusaha mengamankan kepentingan. Melemahkan rival politik di beberapa provinsi besar di wilayah Jawa. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kekuatan suara pada Pemilu dan Pilpres 2024.  

“Dengan kepala daerah dijabat oleh PJ untuk wilayah strategis, pengamanan dan mengendalikan suara dapat lebih mudah pada Pemilu dan Pilpres 2024,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut harus menjadi pertimbangan pemerintah dan partai politik di parlemen. Pilihan apapun yang merupakan kesepakatan antara pemerintah dan partai dalam revisi UU Pemilu.

“Kami berharap pilihan terbaik dalam merawat dan mengembangkan demokrasi untuk negeri yang kita cintai. Jangan sampai demokrasi berjalan mundur,” pungkasnya. (AY/Djavatoday)

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Berita Nasional (Djavatoday.com),- Suasana khidmat menyelimuti ruang sidang utama Kementerian Agama di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026). Melalui sidang isbat yang digelar...

KPNAS Dorong PSEL, Pengelolaan Sampah Modern Dinilai Mendesak Usai Insiden Bantargebang

Berita Nasional (Djavatoday.com),- Upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional kembali mendapat dukungan dari Koalisi Persampahan Nasional (KPNAS). Organisasi ini mendorong percepatan program Pengolahan Sampah...

RUPST BNI Tetapkan Dividen Rp13 Triliun, Siapkan Buyback Saham

Berita Nasional (Djavatoday.com),- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan...

Pemerintah Minta Warga Tunda Umrah, Situasi Timur Tengah Memanas

Berita Nasional (Djavatoday.com),- Pemerintah Indonesia mengimbau warga yang berencana menunaikan ibadah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Imbauan ini menyusul memanasnya situasi keamanan di...

Terbaru