Memelihara ikan di akuarium. Bagi beberapa orang, memelihara ikan di akuarium adalah kegiatan menyenangkan yang juga memberikan banyak kegunaan, seperti mengatasi kesepian, mengajarkan tanggung jawab, memicu energi positif, hingga menjadi dekorasi rumah yang mampu menciptakan suasana harmonis.
Memelihara ikan di akuarium memang terdengar gampang, tapi siapa sangka kalau masih banyak pemula yang acapkali melakukan kesalahan hingga menyebabkan ikan di akuarium tampak tidak aktif, bahkan mati dalam waktu singkat. Nah, untuk menghindari hal tersebut, kamu perlu menggali informasi sebelum memutuskan untuk memelihara ikan di akuarium.
Kesalahan Umum yang Harus dihindari Saat Memelihara Ikan di Akuarium
Kalau kamu berpikir memelihara ikan cukup hanya dengan memberinya makan, kamu harus belajar lebih banyak lagi! Ikan memang hewan yang paling mudah dirawat, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya tanpa memerhatikan hal-hal lain yang juga ternyata berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan. Misalnya kesalahan-kesalahan seperti berikut yang masih sering dilakukan saat seseorang memelihara ikan di akuarium.
Memasukkan Ikan Terlalu Banyak dalam Satu Akuarium
Memelihara ikan di akuarium tidak bisa dilakukan sembarangan, contohnya memasukkan ikan dalam jumlah yang banyak. Banyak pemula beranggapan bahwa semakin banyak ikan, akuarium terlihat semakin cantik dan menarik. Setiap ikan membutuhkan ruang dan oksigen yang berbeda, sehingga apabila akuarium terlalu penuh, ikan jadi mudah stres dan rentan terkena penyakit.
Tidak Melakukan Proses “Cycling” Akuarium
Setelah mengisi akuarium dengan air, jangan langsung memasukkan ikan ke dalamnya. Cycling atau proses membangun ekosistem perlu dilakukan karena pada dasarnya, akuarium membutuhkan waktu untuk membangun bakteri baik yang bisa membantu menguraikan amonia dan nitrit beracun bagi ikan. Tanpa cycling, kandungan amonia dapat meningkat hingga menyebabkan ikan mati dalam hitungan hari. Maka dari itu, biarkan akuarium berjalan 5–7 hari dengan filter menyala sebelum ikan dimasukkan.
Memberi Makan Terlalu Banyak
Makanan memang menjadi kebutuhan pokok yang dibutuhkan makhluk hidup, termasuk ikan. Namun, memberi makan terlalu banyak pada ikan di akuarium justru dapat memicu buruknya kualitas air sebab makanan yang tidak dilahap kemudian akan membusuk dan meningkatkan kadar amonia. Maka, berikan pakan secukupnya sesuai dengan kapasitas ikan dalam 2–3 menit per dua kali sehari.
Mengabaikan Perawatan Rutin Akuarium
Memelihara ikan di akuarium tentu bukan hanya soal memberi makan dengan jumlah yang tidak over, tapi juga tentang proses membersihkan, mengganti, hingga menyediakan hal-hal lain. Cobalah lakukan dari yang paling umum, yakni mengganti air 20–30% per minggu, membersihkan filter secara berkala, hingga memeriksa kondisi airnya. Proses ini akan membuat ikan hidup lebih lama dan berenang aktif.
Memelihara ikan di akuarium bisa menjadi hobi yang menyenangkan jika kamu sudah dibekali dengan wawasan yang cukup. Hindari melakukan kesalahan-kesalahan seperti di atas demi memahami kebutuhan dasar ikan sekaligus menjaga kestabilan ekosistem akuarium. (Karin/Djavatoday)

