Makanan berminyak seperti ayam goreng, kentang goreng, olahan aci dan tepung, serta macam-macam gorengan lainnya memang sulit dihindari. Makanan cepat saji yang dimasak melalui proses penggorengan selalu menawarkan sensasi rasa yang nikmat, ditambah lagi dengan teksturnya yang cenderung renyah. Kalau bicara soal gorengan, hampir semua orang pasti pernah menikmatinya, bahkan ketagihan sampai terus-terusan mengonsumsinya. Namun, terlalu sering makan makanan berminyak tentu tidak dianjurkan. Di balik kelezatannya, makanan berminyak dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan tubuh, seperti memicu timbulnya jerawat dan masalah lainnya.
5 Akibat Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Berminyak
Dikenal sebagai makanan yang menggugah selera, makanan berminyak atau makanan yang digoreng bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut lima akibat terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak bagi kesehatan tubuh!
Memicu Produksi Sebum Berlebih
Terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak dapat memicu produksi sebum berlebih. Hal ini dikarenakan kulit manusia memiliki kelenjar sebasea yang mampu menghasilkan zat minyak alami. Sebum sebetulnya berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit, tapi jika tubuh terlalu sering mendapat asupan lemak jenuh dari makanan berminyak, produksi sebum akan meningkat, menyebabkan pori-pori jadi mudah tersumbat, dan dari situlah timbul jerawat.
Peradangan pada Kulit
Terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak juga berisiko menyebabkan radang pada kulit. Banyak makanan yang diolah menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali. Padahal, minyak tersebut mengandung zat berbahaya seperti radikal bebas yang dapat memicu peradangan, termasuk pada jaringan kulit.
Meningkatkan Risiko Obesitas
Makanan berminyak biasanya mengandung kalori tinggi dan lemak trans yang berbahaya jika terlalu sering dikonsumsi. Ketika kamu terus menerus makan makanan berminyak, kalori akan menumpuk, membuat berat badan naik. Misalnya, kalori pada kentang goreng bisa mencapai 174 hingga 311 per 100 gram. Bayangkan sebanyak apa asupan kalori kamu jika makan gorengan setiap hari. Oleh karena itu, alih-alih mengonsumsi kentang goreng, lebih baik menikmati kentang rebus yang kalorinya hanya 87 hingga 90 per 100 gram.
Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak tidak berhenti pada masalah kulit dan berat badan, tapi juga berdampak pada pencernaan. Setelah makan gorengan, perut kadang terasa begah. Hal ini disebabkan oleh sistem pencernaan yang membutuhkan waktu lebih lama ketika kamu mengonsumsi makanan berminyak. Apabila pencernaan terganggu, nutrisi dalam tubuh menjadi tidak seimbang.
Memicu Penyakit Jangka Panjang
Risiko penyakit jantung, kolesterol meningkat, hingga diabetes dapat disebabkan oleh pengonsumsian makanan berminyak yang berlebihan. Selain itu, terus-menerus mengonsumsi makanan berminyak juga dapat menyebabkan penyakit hati berlemak (NAFLD) dan jenis kanker tertentu akibat lemak jenuh yang terkandung di dalamnya.
Saat mengonsumsi makanan berminyak, ada baiknya kamu membatasi diri dengan mengurangi frekuensi makan gorengan dan makanan cepat saji, atau bahkan memilih metode memasak yang lebih sehat seperti mengukus, merebus, dan memanggang. (Karin/Djavatoday)

