Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Kawali mengevakuasi seekor monyet ekor panjang yang sebelumnya dipelihara warga di Dusun Pari, RT 003/RW 004, Desa Linggapura, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Selasa (1/9/2026).
Monyet dengan nama latin Macaca fascicularis tersebut dievakuasi setelah pemiliknya kesulitan mengendalikan perilakunya yang berubah menjadi ganas. Khawatir membahayakan warga, pemilik kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Laporan diterima petugas sekitar pukul 13.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, personel Pos WMK Kawali langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati monyet berada di atas pohon. Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan petugas maupun warga di sekitar lokasi.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan tersebut berawal dari kekhawatiran pemilik karena monyet yang sebelumnya dipelihara sudah sulit dikendalikan.
“Awalnya monyet tersebut merupakan hewan peliharaan. Namun, perilakunya berubah menjadi ganas sehingga pemilik tidak mampu lagi mengendalikannya. Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pemilik memilih melapor kepada petugas Damkar,” ujar Budi Rahmat.
Menurut Budi, laporan dari masyarakat terkait keberadaan hewan yang berpotensi membahayakan perlu segera ditindaklanjuti. Petugas kemudian melakukan evakuasi dengan tetap memperhatikan kondisi hewan dan situasi di sekitar lokasi.
“Kami langsung merespons laporan dan menuju lokasi. Saat petugas datang, monyet berada di atas pohon. Setelah dilakukan penanganan, hewan tersebut berhasil dievakuasi dengan aman,” katanya.
Evakuasi dilakukan oleh tiga personel, yakni Asep K, Mugni Rizki J, dan Rizki Erda F. Sementara Rizal Saefuloh tetap bersiaga di Pos WMK Kawali.
Petugas menggunakan kendaraan unit water supply Z 8447 T dalam pelaksanaan evakuasi tersebut.
Setelah sekitar satu jam melakukan penanganan, monyet berhasil dievakuasi pada pukul 14.00 WIB. Proses evakuasi berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban, baik luka maupun meninggal dunia.
Budi mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan hewan yang sulit dikendalikan atau berpotensi membahayakan.
“Kalau ada hewan yang membahayakan dan masyarakat kesulitan menanganinya, sebaiknya segera melapor kepada petugas. Jangan dipaksakan untuk dievakuasi sendiri karena bisa membahayakan warga maupun orang yang melakukan penanganan,” ucap Budi. (Ayu/CN/Djavatoday)

