Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi kuman dan tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Umumnya penyakit ini terjadi karena beberapa faktor seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan.
Berbeda dengan penyakit menular, penyakit tidak menular ini seringkali tidak menimbulkan gejala yang nampak. Akibatnya banyak orang gak sadar kalau penyakit tersebut tengah menggerogoti tubuhnya secara perlahan. Penyakit tidak menular juga menjadi penyebab kematian paling tinggi di Indonesia, bahkan dunia.
Penyakit tidak menular perlu menjadi perhatian bagi semua kalangan usia. Pasalnya penyakit tidak menular bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak muda. Bahkan sudah terjadi pergeseran usia yang mana gaya hidup menjadi salah satu faktor utamanya.
5 Penyakit Tidak Menular dan Penjelasannya Masing-masing
Berikut beberapa penyakit tidak menular beserta penjelasannya.
Diabetes
Penyakit tidak menular yang pertama yaitu diabetes. Biasanya orang Indonesia menyebutnya dengan penyakit gula. Penyakit ini berkaitan erat dengan genetik dan gaya hidup yang tidak sehat seperti sering konsumsi junkfood dan makanan tinggi gula.
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa). Diabetes terbagi menjadi beberapa jenis yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional. Penyakit ini juga dapat memicu adanya komplikasi seperti jantung, kerusakan ginjal, kerusakan mata, dan luka yang sulit sembuh.
Gangguan pernapasan kronis
Gangguan pernapasan masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Terlebih saat ini banyak lingkungan yang tidak bersih dan tercemar polusi. Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gangguan pernapasan kronis antara lain yaitu asap rokok, asap pabrik, dan polusi udara lainnya.
Gangguan pernapasan ini juga memiliki beberapa jenis penyakit umum yaitu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, hipertensi pulmonal, dan penyakit paru-paru. Gangguan pernapasan kronis dapat menyebabkan dada sesak. Dalam kondisi parah, penyakit ini bisa memicu terjadinya gagal napas yang dapat berisiko terjadinya kematian.
Penyakit kardiovaskular
Penyakit tidak menular yang berikutnya yaitu penyakit kardiovaskular. Istilah ini umumnya digunakan untuk penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penyakit yang umum terjadi yaitu jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan yang lainnya.
Penyakit kardiovaskular menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini seringkali disebabkan oleh penumpukan lemak di arteri (aterosklerosis) yang dapat menjadi penyebab tersumbatnya darah hingga peningkatan risiko pembekuan darah. Adanya penyakit kardiovaskular juga dapat memicu terjadinya penyakit lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas.
Kanker
Kanker dapat terjadi ketika sel normal berubah menjadi sel kanker yang berkembangbiak dan menyebar. Sel kanker ini dapat merusak jaringan dan organ tubuh serta menganggu fungsinya. Kanker juga menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia.
Secara medis, kanker disebabkan oleh adanya mutasi genetik yang dapat menyebabkan sel tumbuh secara tidak normal. Pertumbuhan tidak normal ini dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti gaya hidup, lingkungan, dan hormonal.
Kanker juga dapat terjadi pada hampir semua organ tubuh manusia. Mulai dari kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, kanker hati, kanker serviks, dan masih banyak lagi.
Gangguan mental
Penyakit tidak menular yang terakhir yaitu gangguan mental. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pikiran, perasaan, dan perilaku. Beberapa gangguan mental yang umum terjadi yaitu depresi, bipolar, skozofrenia, OCD, PTSD, dan gangguan mental lainnya.
Gangguan mental dapat memicu terjadinya penyakit-penyakit kronis yang lain. Perasaan memang memegang kendali pada tubuh kita, termasuk kesehatan. Gak heran kalau sekarang banyak orang udah mulai aware dengan kesehatan mental.
Demikianlah beberapa penyakit tidak menular yang banyak terjadi di Indonesia. Meski tidak dapat ditularkan, justru penyakit ini sulit dideteksi sehingga banyak yang terlambat diberikan penanganan.
Untuk dapat mencegahnya, kamu bisa melakukan cek kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan terdekat. Makin cepat sebuah penyakit terdeteksi maka akan makin cepat pula diberi penanganan sehingga diharapkan dapat mencegahnya bertambah parah. (Ume/Djavatoday)

