Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Udara dini hari di Kampung Legok Asih, Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, biasanya tenang saat warga bersiap menyantap sahur. Namun Kamis (5/3) dini hari, suasana berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api tiba-tiba membumbung dari sebuah rumah panggung di perkampungan tersebut.
Teriakan warga memecah keheningan. Orang-orang berhamburan keluar rumah, sebagian membawa ember, sebagian lagi berusaha mencari sumber air untuk memadamkan api yang kian membesar.
Api dengan cepat melahap bangunan rumah panggung yang sebagian besar terbuat dari kayu. Di kampung itu, rumah-rumah juga difungsikan sebagai tempat memasak nira untuk membuat gula aren—aktivitas yang sudah menjadi mata pencaharian warga setempat.
Dalam waktu singkat, si jago merah merambat dari satu rumah ke rumah lainnya. Upaya pemadaman hanya mengandalkan air dari kolam yang berada di sekitar lokasi.
Namun besarnya kobaran api membuat usaha warga tak mampu menyelamatkan bangunan. Kurang dari dua jam, dua rumah panggung milik Ije (70) dan Roni (30) hangus tak bersisa.
Kedua rumah tersebut masing-masing berukuran sekitar 7 x 5 meter dan 6 x 5 meter.
Kapolsek Salawu, AKP Dedi Darsono, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, dua unit rumah panggung ludes terbakar dalam kejadian itu.
“Ada dua unit rumah panggung yang terbakar, masing-masing berukuran 6 x 5 meter dan 7 x 5 meter,” ujar AKP Dedi Darsono, Kamis (5/3).
Dari keterangan yang diperoleh petugas, kebakaran diduga bermula dari dapur rumah milik Roni. Saat itu ia tengah memasak air nira—bahan baku gula aren—menggunakan tungku tradisional atau hawu.
Setelah menyalakan tungku, Roni sempat masuk ke ruangan tengah untuk menidurkan anaknya. Tanpa disadari, api dari tungku merembet ke bagian dapur yang sebagian besar terbuat dari kayu.
Tiupan angin membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atap dapur, kemudian merambat hingga ke rumah tetangga.
“Api diduga berasal dari tungku yang digunakan untuk memasak air nira. Saat memasak, api menjalar ke bagian dapur hingga akhirnya membakar bangunan,” jelas AKP Dedi Darsono.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta,” katanya. (Ayu/CN/Djavatoday)

