Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana halaman Polres Ciamis tampak dipadati ribuan warga sejak Senin (15/9/2025) pagi. Antrean panjang terbentuk karena banyak masyarakat yang tengah mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), salah satu syarat administrasi untuk mendaftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Kaur Yanmin Sat Intelkam Polres Ciamis, Budi, menjelaskan lonjakan pemohon SKCK sudah terlihat sejak pekan lalu. Mayoritas warga yang datang memang untuk kebutuhan pendaftaran PPPK, meskipun ada juga yang mengajukan SKCK untuk melamar pekerjaan umum maupun mendaftar TNI.
“Sejak Kamis lalu, pemohon meningkat tajam. Dari total sekitar 1.600 pemohon yang sudah tercatat, sebagian besar untuk PPPK paruh waktu,” kata Budi.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Polres Ciamis menambah jam pelayanan sejak 11 September 2025. Petugas bahkan bekerja lembur agar warga tidak terlalu lama menunggu.
“Jam kerja sudah kami perpanjang. Dari pagi hari antrean sudah mengular,” ujarnya.
Budi menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis. Salah satu langkahnya, pelayanan SKCK bisa dibuka di tingkat polsek.
“Namun, khusus pendaftar PPPK provinsi seperti tenaga pendidik SMA dan SMK, tetap harus diproses di Polres,” jelasnya.
Meski berbagai upaya sudah dilakukan, keterbatasan fasilitas masih menjadi kendala utama. Dengan jumlah operator yang terbatas dan hanya satu komputer yang terhubung sistem, Polres Ciamis terpaksa membatasi kuota pemohon harian.
“Setiap hari maksimal 100 pemohon bisa kami layani. Itu karena operator hanya beberapa orang dan komputer yang tersedia terbatas,” tutur Budi.
Kendati demikian, Polres tetap berusaha fleksibel. Warga yang sudah datang jauh-jauh tetap diterima berkasnya meski kuota pelayanan harian sudah penuh.
“Tidak mungkin kami suruh pulang. Jadi tetap kami terima berkas agar masyarakat tidak kecewa,” tambahnya.
Budi menegaskan, Polres Ciamis berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di tengah lonjakan permohonan SKCK ini.
“Sebagai bagian dari pelayanan publik, kami berusaha maksimal agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

