Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis belum berhasil mengamankan tiga poin meski tampil di kandang di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Galuh. Bertanding di hadapan 9.300 suporter, Laskar Singacala justru tertinggal lebih dulu dari Tornado FC sebelum akhirnya mengakhiri laga dengan hasil imbang 1-1.
Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, mengungkapkan bahwa timnya kurang maksimal dalam memanfaatkan peluang. Pada babak pertama, tempo permainan berjalan lambat, yang memberi kesempatan bagi Tornado FC untuk mencetak gol lebih dulu.
“Kami sebenarnya memiliki banyak peluang. Namun, di babak pertama permainan kurang cepat sehingga lawan bisa mencetak gol. Baru di babak kedua, saat tempo permainan meningkat, kami berhasil menyamakan kedudukan,” ujar Heri, Kamis (6/2/2025).
Heri menyoroti penyelesaian akhir yang masih menjadi kendala bagi timnya. Menurutnya, para pemain terlalu terburu-buru dalam mengeksekusi peluang, yang berakibat pada kurang maksimalnya hasil akhir. Evaluasi akan terus dilakukan agar tim lebih efektif di laga berikutnya, terutama saat bertanding di kandang lawan.
Selain itu, ia juga menilai faktor mental menjadi salah satu penyebab kurang maksimalnya performa tim. Beberapa pemain PSGC terlihat grogi dan tertekan saat bermain di kandang di hadapan ribuan pendukung. Panitia mencatat jumlah penonton yang hadir mencapai 9.300 orang, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan laga-laga sebelumnya yang dimainkan tanpa penonton.
“Para pemain harus dibuat lebih santai. Sepertinya mereka mengalami tekanan. Saat bermain di Solo dalam 14 pertandingan sebelumnya, sekarang dengan penonton. Mungkin bagi masyarakat Ciamis ini hal biasa, tapi beberapa pemain kami masih gugup. Semoga di pertandingan berikutnya, meski ditonton suporter lawan, mereka bisa tetap fokus tanpa kepanikan,” jelasnya.
Heri menegaskan membangun mental bertanding membutuhkan waktu, terutama bagi pemain-pemain muda. Namun, ia tetap optimis timnya bisa bangkit dan meraih poin di laga tandang mendatang. (Ayu/CN/Djavatoday)

