Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pengembangan sapi Pasundan di mini ranch Dusun Nusa Sirem, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sejak mulai dijalankan beberapa tahun lalu, jumlah ternak di lokasi tersebut terus bertambah.
Program ini mulai dikembangkan pada awal 2020 dengan jumlah awal 10 ekor sapi. Seiring berjalannya waktu, populasi terus meningkat hingga kini mencapai 34 ekor.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, Anton Wahyu Radityananto, mengatakan peningkatan ini menjadi indikator keberhasilan program pembibitan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Dari awal hanya 10 ekor, kemudian bertambah menjadi 13, dan saat ini sudah mencapai 34 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 ekor sudah diambil untuk dijadikan indukan,” ujar Anton, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, sapi yang dikembangkan di mini ranch tersebut difokuskan sebagai bibit unggulan. Dalam kurun waktu sekitar lima tahun, penambahan populasi dinilai cukup signifikan dan menunjukkan proses pengembangbiakan berjalan baik.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan di kawasan tersebut sangat mendukung pertumbuhan sapi Pasundan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program.
“Habitat di sini sangat cocok untuk pengembangan sapi Pasundan, dan sejauh ini hasilnya cukup sukses,” katanya.
Selain itu, perkembangan populasi juga ditunjang oleh kelahiran baru. Salah satu anak sapi bahkan lahir bertepatan dengan momen Idul Fitri lalu, yang turut menambah jumlah ternak di lokasi tersebut.
Anton menyebut, bobot sapi terbesar yang ada saat ini mencapai sekitar 450 kilogram. Sementara itu, kapasitas kandang di mini ranch mencapai 40 ekor, dengan potensi daya tampung lahan hingga sekitar 50 ekor sapi.
Ke depan, Dinas Peternakan berencana memperluas manfaat program ini dengan melibatkan masyarakat. Salah satunya melalui sistem pengguliran ternak atau ripolping, agar peternak lokal dapat ikut merasakan dampaknya.
Dengan capaian tersebut, mini ranch di Cibeureum diharapkan dapat menjadi model pengembangan peternakan berbasis pembibitan lokal, sekaligus menjaga keberadaan sapi Pasundan sebagai salah satu kekayaan genetik ternak asli Indonesia. (Andra/CN/Djavatoday)

