Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Polsek Cihaurbeuti bersama aparat desa dan TNI melakukan pengawasan terhadap dua warga negara asing (WNA) asal China yang berada di Dusun Sompok, Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.
Pengawasan ini berlangsung pada Kamis (2/10/2025) pagi mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan dilakukan untuk memastikan keberadaan WNA tidak menimbulkan keresahan maupun gangguan keamanan di masyarakat.
Kapolsek Cihaurbeuti IPTU Agus Predi Muharom mengatakan, langkah ini melibatkan aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga unit intelkam. Hasilnya, kegiatan berjalan aman dan tertib tanpa kendala.
Kedua WNA tersebut bernama Mahaizhong (21) dan Mayonghuji (20). Berdasarkan data, keduanya masuk ke Indonesia melalui jalur resmi dengan Electronic Visa on Arrival (E-VoA) yang berlaku hingga 26 Desember 2025.
Sebelumnya, mereka tinggal di Malaysia lalu tiba di Indonesia pada 30 September 2025. Tujuan kedatangan ke Desa Sumberjaya adalah untuk menemui kenalan mereka, Risma Siti Zulfa, yang dikenal lewat media sosial TikTok. Rencananya, kedua WNA itu akan tinggal sekitar 20 hari di desa tersebut.
“Pengawasan bukan hanya sebatas pemeriksaan identitas dan dokumen, tapi juga memastikan keberadaan mereka tidak mengganggu ketertiban masyarakat,” kata Agus.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah melalui Kapolsek Cihaurbeuti menegaskan, pengawasan terhadap WNA adalah bentuk tanggung jawab kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
Menurutnya, keberadaan orang asing di wilayah hukum Polres Ciamis harus selalu dipantau. “Langkah preventif terus dilakukan agar masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Agus menambahkan, keberadaan WNA tidak perlu ditakuti. Namun, pengawasan ketat tetap diperlukan agar setiap potensi kerawanan bisa diantisipasi sejak dini. “Sinergi antara polisi, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kondusifitas,” kata dia.
Masyarakat Desa Sumberjaya pun menyambut positif langkah tersebut. Warga merasa lebih tenang karena aparat kepolisian turun langsung memastikan keamanan lingkungan mereka.
Selama kegiatan pengawasan, situasi terpantau aman dan tertib. Kehadiran aparat gabungan memberi rasa terlindungi bagi warga, sekaligus menunjukkan sinergitas antar lembaga dalam menjaga stabilitas keamanan di era interaksi lintas negara yang semakin terbuka. (Ayu/CN/Djavatoday)

