Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Senyum kecil mulai kembali terlihat di wajah Agnia. Di tengah musibah longsor yang menghancurkan rumah keluarganya di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, secercah harapan datang saat perlengkapan sekolah baru diberikan kepadanya.
Beberapa hari sebelumnya, rumah yang ditempati Agnia bersama keluarganya ambruk tertimbun longsor pada Senin (11/5/2026) malam. Material tanah tidak hanya merusak bangunan rumah, tetapi juga mengubur hampir seluruh isi rumah, termasuk pakaian, buku pelajaran, seragam sekolah, hingga alat tulis milik Agnia.
Padahal, siswi kelas 6 SD itu dijadwalkan mengikuti ujian sekolah pekan depan.
Di rumah kerabat tempat keluarganya sementara tinggal, Agnia sempat diliputi kecemasan. Ia bingung bagaimana bisa mengikuti ujian tanpa perlengkapan sekolah yang layak.
Ibunya, Dede Kartini, mengaku perlengkapan sekolah sang anak menjadi salah satu hal yang paling membuatnya sedih setelah bencana terjadi.
“Alat sekolah semuanya kekubur. Seragam juga rusak. Bingung ini mau ujian bagaimana,” katanya lirih.
Kabar mengenai kondisi Agnia akhirnya sampai ke Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Mendapat informasi tersebut, Dinas Pendidikan langsung berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Cihaurbeuti untuk memberikan bantuan.
Rabu (13/5/2026) siang, jajaran Korwil Pendidikan Cihaurbeuti mendatangi rumah kerabat tempat Agnia tinggal sementara. Mereka datang tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa bantuan perlengkapan sekolah dan seragam baru.
Suasana haru terasa saat bantuan diserahkan. Agnia tampak tersenyum menerima tas dan perlengkapan sekolah yang kini bisa kembali ia gunakan untuk belajar dan menghadapi ujian.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Ciamis, Sigit Ginanjar, membenarkan adanya bantuan tersebut. Menurutnya, Dinas Pendidikan bergerak cepat setelah menerima informasi adanya siswa korban longsor yang kehilangan perlengkapan sekolah.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Cihaurbeuti. Bantuan perlengkapan sekolah dan seragam sudah kami salurkan untuk membantu anak yang terdampak bencana,” ujarnya.
Sigit berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus memberi semangat bagi Agnia agar tetap tenang mengikuti Penilaian Sumatif Akhir Jenjang SD.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membuat anak lebih tenang dan tetap semangat belajar. Jangan sampai musibah membuat anak kehilangan kesempatan mengikuti ujian dengan baik,” katanya. (Ayu/CN/Djavatoday)

