Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Warga mulai berdatangan ke halaman Kantor Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Mereka datang untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Dari sejumlah komoditas yang tersedia, minyak goreng dan telur paling banyak dicari. Begitu kegiatan dibuka, warga langsung mengantre untuk membeli dua kebutuhan dapur tersebut.
Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Dadan, mengatakan tingginya minat warga terhadap minyak goreng dan telur tidak terlepas dari kebutuhan sehari-hari.
“Yang paling banyak diburu masyarakat itu minyak goreng dan telur. Dua komoditas ini memang menjadi kebutuhan sehari-hari, sehingga ketika harganya lebih murah, masyarakat langsung memanfaatkannya,” ujar Dadan.
Menurut Dadan, GPM tidak hanya menjadi tempat masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu cara pemerintah menjaga ketersediaan sekaligus kestabilan harga pangan di Kabupaten Ciamis.
Warga pun dinilai mendapat manfaat karena akses terhadap kebutuhan pokok menjadi lebih dekat. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat membantu masyarakat, terutama ketika harga sejumlah bahan pangan mengalami perubahan.
“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, kita juga ingin menjaga supaya harga pangan tetap stabil dan tidak memberikan tekanan kepada masyarakat,” katanya.
Antusiasme warga dalam kegiatan tersebut menjadi tanda bahwa program pangan murah masih dibutuhkan. Karena itu, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan pangan tetap tersedia.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Prinsipnya, pangan tersedia, harganya terjangkau, dan masyarakat bisa mendapatkannya dengan mudah,” tegas Dadan.
Gerakan Pangan Murah di Desa Baregbeg merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus pengendalian inflasi Kabupaten Ciamis tahun 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Bank Indonesia, Bulog, serta sejumlah mitra lainnya. (Andra/CN/Djavatoday)

