Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kebiasaan mengambil makanan berlebihan lalu membuang sisanya masih menjadi perhatian. Karena itu, pemahaman untuk menghargai makanan dan mengonsumsi sesuai kebutuhan mulai dikenalkan kepada anak-anak sekolah hingga keluarga.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Edukasi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) berbahan pangan lokal sekaligus Sosialisasi Stop Boros Pangan di halaman Kantor Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Ciamis.
Camat Baregbeg Eka Yudha mengatakan, edukasi pangan tidak cukup hanya mengajarkan masyarakat memilih makanan bergizi. Cara mengonsumsi dan memperlakukan makanan juga perlu diperhatikan agar tidak berakhir menjadi sampah.
Menurutnya, anak sekolah menjadi kelompok penting yang perlu mendapat pemahaman sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti mengambil makanan secukupnya dapat membentuk perilaku yang lebih bijak dalam mengonsumsi pangan.
“Edukasi seperti ini penting karena kebiasaan tidak boros pangan harus ditanamkan sejak anak-anak. Makanan harus dihargai, dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak dibuang percuma,” ujar Eka Yudha.
Ia menilai gerakan stop boros pangan juga tidak bisa dipisahkan dari pemanfaatan bahan pangan lokal. Masyarakat dapat mengolah berbagai bahan yang tersedia di sekitar menjadi menu yang beragam sekaligus memenuhi prinsip gizi dan keamanan pangan.
Selain anak sekolah, kader PKK dinilai memiliki peran penting dalam menyebarkan kebiasaan tersebut di lingkungan keluarga. Dari rumah, pola konsumsi dan cara mengatur makanan dapat mulai dibentuk.
“Peran ibu-ibu PKK sangat strategis. Dari keluarga, kebiasaan mengatur makanan, memilih pangan lokal dan tidak membuang makanan bisa dimulai,” katanya.
Eka berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pesan yang disampaikan diharapkan benar-benar diterapkan dalam keseharian, baik oleh anak-anak di sekolah maupun keluarga di rumah.
“Jangan sampai makanan yang masih layak justru menjadi sampah. Mari biasakan mengambil makanan sesuai kebutuhan dan memanfaatkan pangan lokal yang ada di sekitar kita,” tegasnya.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Ciamis, dengan dukungan Bank Indonesia Tasikmalaya.
Melalui edukasi B2SA dan gerakan Stop Boros Pangan, masyarakat diingatkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal memastikan makanan tersedia. Cara masyarakat memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan tanpa membuangnya secara percuma juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan. (Andra/CN/Djavatoday)

