Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana berbeda terasa saat kaki menapaki kawasan Jembatan Cirahong. Jembatan tua yang membentang di atas Sungai Citanduy ini kini tak lagi identik dengan jalur alternatif yang lengang. Perlahan, tempat ini berubah menjadi titik kumpul baru yang ramai dan hidup.
Beberapa waktu lalu, kawasan ini sempat menjadi sorotan. Namun alih-alih sepi, justru kini semakin banyak orang datang. Dari pagi hingga sore, pengunjung silih berganti. Ada yang sekadar melintas, tapi tak sedikit yang sengaja datang untuk menikmati suasana.
Di sisi jalan menuju jembatan, deretan pedagang dadakan mulai terlihat. Aroma jagung rebus, gorengan hangat, hingga sorabi khas Sunda menguar di udara. Suasana yang dulu sunyi kini terasa hangat dan akrab, seperti pasar kecil yang tumbuh secara alami.
Menjelang sore, kawasan ini semakin ramai. Sebagian pengunjung memanfaatkan waktu untuk berolahraga ringan, berjalan santai, atau duduk menikmati pemandangan sungai dari kejauhan. Angin yang berembus pelan membuat suasana terasa nyaman, jauh dari hiruk pikuk kota.
Asep, pedagang jagung rebus, menjadi salah satu yang merasakan perubahan itu. Ia mengaku sudah sekitar sepekan terakhir rutin berjualan di kawasan ini.
“Kalau hari biasa mulai jualan jam dua siang. Tapi kalau akhir pekan atau libur, dari pagi juga sudah ramai,” ujarnya.
Menurutnya, ramainya pengunjung membawa berkah tersendiri. Tak hanya warga sekitar, pedagang dari luar daerah pun ikut meramaikan kawasan ini.
“Bukan cuma orang sini yang jualan, dari Tasikmalaya juga banyak yang datang,” katanya.
Bagi pengunjung, Jembatan Cirahong kini punya daya tarik tersendiri. Khalisa, warga Imbanagara Raya, mengaku sering datang ke tempat ini sejak dulu. Namun, ia merasakan perubahan suasana yang cukup signifikan.
“Dulu memang sudah ada yang datang, tapi tidak seramai sekarang. Sekarang lebih hidup, banyak jajanan juga,” ungkapnya.
Kini, Jembatan Cirahong bukan hanya sekadar penghubung dua wilayah. Tempat ini berubah menjadi ruang santai yang sederhana, namun penuh cerita. Di antara deretan pedagang dan lalu lalang pengunjung, terselip suasana kebersamaan yang membuat siapa pun betah berlama-lama. (Ayu/CN/Djavatoday)

