Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Halaman Polres Ciamis pada Selasa (26/8/2025) tampak berbeda dari biasanya. Bukan deretan kendaraan dinas atau antrean layanan hukum, melainkan wajah-wajah penuh harap dengan amplop coklat di tangan. Mereka adalah para pencari kerja yang datang untuk mengikuti Job Fair 2025 yang digelar Polres Ciamis.
Dalam kegiatan tersebut, tersedia 1.350 lowongan kerja dari tujuh perusahaan yang membuka peluang bagi masyarakat Tatar Galuh. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, banyak di antara mereka yang berharap bisa segera mengisi kekosongan pekerjaan.
Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polres dalam membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran. Selain bekerja sama dengan Disnaker Ciamis, pihaknya juga menggandeng tujuh perusahaan untuk membuka lapangan kerja.
“Job Fair ini menyediakan 1.350 lowongan. Kami ingin mempermudah masyarakat Ciamis dalam mencari pekerjaan. Harapannya, ketika angka pengangguran turun, angka kriminalitas juga ikut menurun,” kata Kapolres.
Menurut Hidayatullah, faktor ekonomi sering menjadi pemicu munculnya tindak kriminal. Karena itu, kepolisian berupaya menghadirkan solusi dengan membuka akses bagi masyarakat agar memiliki pekerjaan yang layak. Menariknya, kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar di lingkungan kantor polisi.
“Kami ingin berkolaborasi mengurangi pengangguran sekaligus menekan angka kemiskinan. Tujuannya sederhana, masyarakat Ciamis bisa lebih sejahtera,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Disnaker Ciamis, Solihin, menuturkan angka pengangguran di Ciamis saat ini masih mencapai 22 ribu orang. Meski demikian, jumlah tersebut sudah berkurang dibandingkan sebelumnya. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat membantu masyarakat untuk mendapat pekerjaan.
“Job Fair di Cijeungjing beberapa waktu lalu berhasil menyerap sekitar 700 tenaga kerja. Untuk yang sekarang, kami berharap bisa tembus 1.000 orang. Terima kasih kepada Polres Ciamis yang telah memfasilitasi sekaligus mengedukasi masyarakat,” ucapnya.
Di tengah hiruk-pikuk pelamar, kisah Muhamad Fathan Arif (19), pemuda asal Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, menarik perhatian. Lulusan SMA Informatika tahun 2024 itu dulunya bekerja sebagai freelance desainer web khusus kafe. Namun, seiring berkembangnya teknologi Artificial Intelligence (AI), pekerjaannya mulai tergantikan dan orderan semakin sepi.
“Kalau freelance kan tergantung orderan. Sekarang banyak tergantikan AI, jadi pemasukan saya tidak menentu. Karena itu saya datang ke Job Fair ini, semoga ada rezekinya,” tutur Arif.
Dalam kesempatan tersebut, Arif melamar di dua perusahaan dengan posisi di bagian gudang dan administrasi. Ia mengaku lebih optimistis dengan adanya Job Fair yang digelar Polres Ciamis, karena peluangnya lebih terbuka dibanding mencari lowongan sendiri. (Ayu/CN/Djavatoday)

