Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebuah jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Ciliung, Desa Bojonggedang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, menjadi infrastruktur vital yang menyambungkan lima dusun dan tiga kecamatan. Warga menyebutnya Jembatan Gantung Swiss, karena dibangun menggunakan dana hibah dari Pemerintah Swiss.
Jembatan yang dibangun pada 2009 ini menjadi penghubung utama antara Dusun Cikuda dan Dusun Desa yang sebelumnya kerap terisolasi saat musim hujan tiba.
“Sebelum jembatan ini ada, warga dari lima dusun kerap terputus aksesnya, terutama saat banjir. Mereka tak bisa melintasi Sungai Ciliung menuju pusat desa,” ujar Kepala Desa Bojonggedang, Engkan Sugiri, Selasa (3/6/2025).
Jembatan ini dibangun dengan anggaran mencapai Rp 3 miliar, dengan panjang 62 meter dan lebar sekitar 1,2 meter. Dana sepenuhnya berasal dari bantuan luar negeri, yang kemudian menjadikan jembatan ini populer dengan nama “Jembatan Swiss”.
Keberadaannya terbukti krusial. Selain menjadi jalur utama bagi kendaraan roda dua dari Kecamatan Rancah menuju Tambaksari dan Cisaga, jembatan ini juga mengurangi ketergantungan warga pada akses darat yang rawan terputus saat cuaca ekstrem.
“Meskipun anggarannya besar, manfaatnya sangat terasa. Sekarang, aktivitas warga tidak terganggu lagi meski musim hujan,” tambah Engkan.
Selain fungsi transportasi, jembatan gantung ini juga menjadi daya tarik wisata lokal. Banyak pengunjung dari luar daerah datang untuk berswafoto dan menikmati pemandangan Sungai Ciliung dari atas jembatan.
“Banyak warga luar Kecamatan Rancah datang ke sini untuk berfoto atau sekadar menikmati pemandangan. Ini mendorong ekonomi warga sekitar, terutama yang membuka usaha kecil,” jelasnya.
Engkan berharap jembatan gantung swiss ini bisa terus dirawat agar manfaatnya tetap dirasakan dalam jangka panjang. Ia juga mengimbau warga untuk turut menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sekitar jembatan. (Andra/CN/Djavatoday)

