Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Jalan penghubung Kecamatan Cimaragas dan Cidolog, Kabupaten Ciamis, terputus akibat pergeseran tanah di Blok Arit, Dusun Cikupa RT 019 RW 005, Desa Raksabaya, Senin (23/2/2026) pagi. Badan jalan dilaporkan amblas sepanjang sekitar 60 meter dengan kedalaman mencapai 80 sentimeter.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Minggu hingga Senin (22–23/2) diduga menjadi pemicu labilnya struktur tanah di bawah badan jalan hingga akhirnya bergeser dan ambles.
Akibatnya, arus lalu lintas dari Cimaragas menuju Cidolog maupun sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Akses vital antar kecamatan itu untuk sementara ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
Kapolsek Cimaragas IPTU Anton Basuki mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Polisi melakukan pengecekan, pengamanan, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan.
“Kami segera turun ke lokasi untuk memastikan situasi aman dan melakukan pengamanan. Saat ini akses jalan kami tutup total guna mencegah risiko kecelakaan,” ujar Anton.
Ia menambahkan, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif, yakni Jalan Caringin Kota Banjar–Cidolog dan Jalan Cineam Kabupaten Tasikmalaya–Cidolog.
Dari hasil pendataan sementara, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Dampak paling dirasakan warga adalah terganggunya mobilitas dan aktivitas ekonomi karena jalan tersebut merupakan akses utama antar kecamatan.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Kapolsek Cimaragas menyatakan pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi, karena lokasi ini termasuk rawan pergeseran tanah,” katanya.
Sejumlah warga Desa Raksabaya mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian. Mereka berharap perbaikan permanen segera dilakukan mengingat setiap musim hujan, ruas jalan tersebut kerap mengalami pergeseran tanah.
Hingga siang hari, situasi di lokasi dilaporkan aman dan dalam pengawasan aparat. Polisi masih melakukan monitoring untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan. (Ayu/CN/Djavatoday)

