Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) dengan mendeklarasikan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis. Deklarasi ini menjadi bagian dari penguatan penemuan kasus dan pencegahan penularan TB yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Setda Ciamis, Senin (21/9/2026), dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, jajaran Forkopimda, Dinas Kesehatan, camat, kepala desa dan lurah, puskesmas, kader kesehatan serta unsur terkait lainnya.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan TB masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penemuan kasus secara aktif sekaligus memperkuat pencegahan penularannya.
“Tuberkulosis masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Ciamis,” ujar Herdiat.
Hasil tracking TB yang terintegrasi dengan CKG pada Juni hingga September 2026 menunjukkan pentingnya penelusuran kontak erat. Sekitar 18.000 orang mengikuti kegiatan tersebut dan 16.796 orang tercatat dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
Dari penelusuran kontak erat dan kontak serumah, sebanyak 1.321 orang menjalani skrining. Sebanyak 486 orang diperiksa menggunakan X-ray. Dari pemeriksaan itu, 400 orang masuk kategori terduga TB dan 324 orang melanjutkan pemeriksaan diagnostik.
Hasilnya, ditemukan 21 kasus TB dan 31 orang mulai mendapatkan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).
Herdiat menilai temuan tersebut memperlihatkan bahwa pencarian kasus tidak cukup hanya menyasar orang yang sudah sakit. Mereka yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien juga perlu diperiksa untuk memutus rantai penularan.
CKG Ciamis Tembus 501.900 Orang
Kepala Dinas Kesehatan Ciamis Rizaldi Sofyan mengatakan integrasi CKG dengan penelusuran TB dilaksanakan di 180 lokus yang tersebar pada 37 puskesmas.
Dalam penelusuran kontak, tercatat 1.321 orang teridentifikasi sebagai kontak. Sebanyak 486 orang menjalani skrining X-ray, 400 orang menjadi terduga TB dan 324 orang menjalani pemeriksaan diagnostik. Dari proses tersebut ditemukan 21 kasus TB dan 31 orang memenuhi kriteria untuk mendapatkan TPT.
Sementara pada kelompok populasi rentan, skrining dilakukan terhadap 15.798 orang. Sebanyak 11.517 orang menjalani pemeriksaan X-ray dan ditemukan 4.470 terduga TB. Dari 2.721 orang yang menjalani pemeriksaan diagnostik, ditemukan 137 kasus serta 12 orang mulai mendapatkan TPT.
Di sisi lain, capaian CKG di Kabupaten Ciamis telah mencapai 501.900 orang atau 39,39 persen dari total 1.274.058 penduduk. Capaian tersebut menempatkan Ciamis dalam lima besar di Jawa Barat.
Wamenkes: Pencegahan Harus Diperkuat
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan bahwa penanganan TB tidak cukup berhenti pada pengobatan pasien yang sudah terdiagnosis. Pencegahan penularan, terutama melalui pemeriksaan orang yang memiliki kontak erat, perlu diperkuat.
“Masalah kita adalah pencegahan,” kata Benjamin.
Menurutnya, orang yang tinggal serumah dengan pasien TB perlu diperiksa. Jika ditemukan TB, pasien segera mendapat pengobatan. Sementara mereka yang belum mengalami TB aktif tetapi memenuhi kriteria dapat diberikan terapi pencegahan.
“Orang serumah harus diperiksa,” ujarnya.
Benjamin juga mendorong pemerintah daerah, kecamatan, desa dan kelurahan, puskesmas, kader, PKK serta Forkopimda ikut memastikan masyarakat yang memiliki kontak erat menjalani pemeriksaan.
Penanganan TB Butuh Gotong Royong
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan penanggulangan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Pemerintah desa dan kelurahan, kecamatan, puskesmas, kader hingga unsur lainnya memiliki peran masing-masing.
“Penanganan kesehatan ini tidak hanya Dinas Kesehatan,” kata Akhmad.
Menurutnya, kolaborasi perlu diperkuat agar program pencegahan dan pengobatan TB benar-benar berjalan sampai ke masyarakat. Ia juga mengapresiasi deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Ciamis dan berharap komitmen tersebut dilanjutkan dengan aksi nyata.
Dalam deklarasi tersebut, Pemkab Ciamis bersama pemerintah desa dan kelurahan, fasilitas kesehatan, kader, masyarakat dan pemangku kepentingan menyepakati sejumlah langkah. Di antaranya memperkuat penemuan kasus, edukasi, pencegahan, pendampingan pengobatan, investigasi kontak, terapi pencegahan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap pasien TB.
Deklarasi itu juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, lingkungan hidup sehat, pencatatan dan evaluasi program secara berjenjang hingga mendukung target eliminasi TB nasional.
Dengan deklarasi tersebut, penanganan TB di Ciamis diharapkan tidak hanya berlangsung di puskesmas dan fasilitas kesehatan. Upaya menemukan kasus, mencegah penularan dan mendampingi pasien juga diharapkan bergerak sampai ke desa, keluarga dan lingkungan masyarakat. (Yuliana/CN/Djavatoday)

