Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Universitas Galuh mulai menerapkan pola baru dalam memilih pejabat struktural untuk periode 2026-2030. Kampus tersebut melibatkan tim independen dan pihak eksternal dalam proses seleksi wakil rektor hingga tujuh dekan.
Dewan Pembina Universitas Galuh Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, mekanisme tersebut merupakan bagian dari upaya menerapkan prinsip Good University Governance di lingkungan kampus.
Menurut Agun, proses penjaringan tidak sepenuhnya dilakukan dengan mekanisme internal universitas. Sejumlah pihak dari luar kampus ikut dilibatkan untuk menjaga proses seleksi tetap terbuka.
“Yang teknis pelaksanaannya menggunakan penjaringan tim independen. Kita ada orang eksternal, dua guru besar yang langsung dimonitor,” ujar Agun saat ditemui di Gedung Aula Walagri Universitas Galuh, Selasa (11/8/2026).
Proses seleksi tersebut berjalan di bawah pengawasan Rektor Universitas Galuh Tita Rohita. Menurut Agun, pelibatan pihak eksternal menjadi salah satu langkah kampus untuk mendorong transparansi dalam menentukan pejabat struktural.
Hasil dari proses tersebut kemudian berlanjut pada pelantikan sejumlah pejabat baru Universitas Galuh.
Mereka yang dilantik antara lain Wakil Rektor I Dr. Yeni Wijayanti, Wakil Rektor II Dr. Rizka Andhika Putra, Kepala IPMA Dr. Bdn. Widya Maya N, dan Ketua LPPM Dr. Ai Tusi Fatimah.
Selain itu, tujuh dekan juga dilantik untuk memimpin masing-masing fakultas pada periode 2026-2030.
Agun menyadari keputusan dalam sebuah proses seleksi tidak selalu dapat diterima semua pihak. Namun, ia menilai panitia tetap harus mengambil keputusan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Namanya sebuah seleksi tidak akan pernah mungkin bisa memuaskan semua orang. Tapi bagaimanapun, panitia seleksi harus berani mengambil keputusan,” katanya.
Menurut Agun, perubahan pola seleksi tersebut menjadi salah satu tanda adanya pembenahan dalam tata kelola Universitas Galuh.
Keterbukaan mulai didorong sejak proses penjaringan hingga penentuan pejabat yang akan mengisi posisi strategis di lingkungan kampus.
Ia berharap mekanisme tersebut tidak berhenti sebatas proses pemilihan pejabat. Kepemimpinan yang baru juga diharapkan mampu membawa perubahan dalam pengelolaan dan pengembangan Universitas Galuh.
Agun mengatakan para pimpinan yang telah terpilih memiliki tanggung jawab untuk membawa kampus menjadi lebih baik sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami yakin ini adalah kolaborasi yang harus kita wujudkan menuju Universitas Galuh yang terbaik,” ujar dia.
Dengan terbentuknya jajaran pimpinan baru, Universitas Galuh kini memasuki periode kepemimpinan 2026-2030. Mekanisme seleksi dengan melibatkan pihak independen diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola kampus yang lebih transparan dan profesional. (Ayu/CN/Djavatoday)

