Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis mulai melakukan pembenahan setelah mencatatkan serangkaian hasil mengecewakan di kompetisi Liga 2 Indonesia 2026/2027. Dua asisten pelatih, Eka Ramdani dan Boy Jati Asmara, resmi mengundurkan diri dari jajaran tim kepelatihan Laskar Singacala.
Keputusan tersebut telah mendapat persetujuan dari manajemen pusat Persib Bandung. Kepastian mundurnya kedua asisten pelatih itu disampaikan CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Kamis (5/11/2026).
Herdiat mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyusul performa PSGC yang terus mengalami penurunan. Kekalahan telak 0-6 dari PSS Sleman dalam laga perdana League Cup 2026/2027 menjadi salah satu hasil yang semakin memperkuat perlunya pembenahan.
Meski begitu, Herdiat mengaku sangat menghormati keputusan Eka dan Boy. Menurutnya, keduanya sudah berusaha memberikan kontribusi terbaik selama mendampingi PSGC sekitar empat hingga lima bulan terakhir.
“Saya sangat menghormati dedikasi, perjuangan, dan kerja keras Pak Eka maupun Pak Boy. Kami sudah bersama-sama selama empat sampai lima bulan. Mereka punya keinginan yang sama, ingin PSGC selalu menang di setiap pertandingan. Tetapi kenyataannya hasilnya belum sesuai harapan,” ujar Herdiat.
Dia pun menyampaikan terima kasih atas kebersamaan dan pengabdian keduanya selama menjadi bagian dari tim kepelatihan PSGC.
Setelah ditinggalkan dua asisten pelatih tersebut, PSGC untuk sementara hanya akan didampingi pelatih kepala Herry Kiswanto. Sementara itu, Dicky Jong mendapat tugas mendampingi tim Porprov yang akan bertanding di Bekasi pada Sabtu (7/11/2026).
Manajemen pusat Persib Bandung nantinya akan menunjuk caretaker untuk mengisi kekosongan posisi asisten pelatih. Selain itu, manajemen PSGC juga akan mengajukan sejumlah nama untuk dipertimbangkan sebagai pendamping pelatih kepala secara definitif.
Herdiat menyebut kandidat yang diusulkan berasal dari pelatih lokal maupun luar daerah yang saat ini belum terikat dengan klub lain.
“Kita akan mengajukan beberapa nama. Ada dari lokal, ada juga pelatih dari luar yang saat ini belum memiliki tim. Salah satunya, misalnya Dejan Antonic. Itu baru sebatas usulan, karena yang menentukan tetap manajemen pusat,” katanya.
Dengan perubahan di jajaran kepelatihan tersebut, PSGC berharap bisa segera menemukan formula baru untuk memperbaiki performa tim. Terlebih, Laskar Singacala masih memiliki agenda pertandingan yang harus dijalani sebelum memasuki putaran kedua kompetisi. (Ayu/CN/Djavatoday)

