Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kekalahan telak PSGC Ciamis dari PSS Sleman dengan skor 0-6 dalam laga perdana League Cup 2026/2027 menyisakan kekecewaan mendalam bagi CEO PSGC Ciamis Herdiat Sunarya.
Bahkan, Herdiat mengaku sempat ingin mundur dari kepengurusan Laskar Singacala setelah menyaksikan langsung penampilan tim saat bertandang ke Stadion Maguwoharjo, Rabu (4/11/2026).
Menurut Herdiat, kekalahan dari PSS bukan semata-mata persoalan perbedaan kasta kompetisi. Dia menyadari PSGC saat ini bermain di kasta kedua, sedangkan PSS Sleman merupakan tim dari kasta tertinggi. Namun, cara timnya bermain menjadi hal yang paling membuatnya kecewa.
“Saya bukan tidak siap menerima kekalahan. Saya menyadari PSGC sekarang berada di kasta kedua, sedangkan PSS Sleman di kasta tertinggi. Tetapi yang membuat saya kecewa, permainan anak-anak seperti tidak menggunakan hati. Polanya juga tidak terlihat,” ujar Herdiat saat memberikan keterangan di Stadion Galuh, Ciamis, Kamis (5/11/2026).
Herdiat menilai penurunan performa PSGC sebenarnya sudah terlihat sejak awal kompetisi. Kekalahan dari PSS hanya semakin memperlihatkan persoalan yang selama ini terjadi di dalam tim.
Salah satu hal yang menjadi sorotannya adalah buruknya keseimbangan permainan antara menyerang dan bertahan. Kondisi itu terlihat ketika PSGC harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemain menerima kartu merah saat tim tertinggal 0-2 pada babak pertama.
Dalam situasi tersebut, Herdiat menilai para pemain seharusnya lebih mengutamakan pertahanan untuk mencegah lawan menambah keunggulan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
“Setelah kehilangan satu pemain, seharusnya kita lebih fokus memperkuat pertahanan. Tetapi yang terjadi justru pemain terus menyerang. Pertahanan seolah-olah ditinggalkan,” katanya.
Akibatnya, PSS leluasa membangun serangan dan menciptakan sejumlah peluang. Herdiat bahkan menilai skor akhir pertandingan bisa lebih besar apabila penjaga gawang PSGC tidak tampil maksimal.
“Kalau bukan karena kiper bermain dalam performa terbaiknya, mungkin kita bisa kebobolan lebih dari 10 gol. Ketika lawan menyerang, pemain kita masih banyak berada di depan. Sementara di belakang hanya tersisa satu atau dua pemain,” ungkapnya.
Kekecewaan itu sempat membuat Herdiat menyampaikan keinginan untuk mundur dari kepengurusan PSGC. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan manajemen pusat Persib Bandung setelah pertandingan di Sleman.
Namun, keinginan tersebut tidak mendapat persetujuan. Manajemen pusat justru meminta Herdiat tetap bertahan dan bersama-sama melakukan pembenahan terhadap kondisi tim.
Menurut Herdiat, salah satu persoalan yang harus segera ditangani adalah kondisi psikologis pemain. Rentetan hasil buruk dinilai telah memengaruhi kepercayaan diri para penggawa Laskar Singacala.
“Manajemen pusat menyampaikan bahwa saya tidak boleh mundur. Mereka mengajak kita bekerja keras bersama-sama membangun PSGC agar lebih baik dan berkembang. Terutama mental pemain, karena kondisi mental mereka sekarang sudah sangat drop,” jelasnya.
Herdiat menegaskan, pembenahan harus dilakukan secara bersama-sama agar PSGC bisa bangkit. Dia berharap para pemain segera mengembalikan kepercayaan diri dan memperbaiki permainan dalam pertandingan berikutnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

